SERANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Kaloran Kidul, Kota Serang, tahun ini terasa berbeda. Tradisi Panjang Mulud yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6 tak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi berbagi paket sembako kepada warga sekitar, anak yatim, janda, dan kaum duafa.
Kepala SDN Kaloran Kidul, Imam Rosidi, mengatakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi program Pemerintah Kota Serang melalui program Serang Berbudi, khususnya penguatan nilai keagamaan dalam program Serang Mengaji.
“Tahun ini SDN Kaloran Kidul melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tentunya setiap tahun kami memiliki tujuan. Tujuan tahun ini terkait dengan program pemerintah, yaitu Serang Berbudi. Di bidang keagamaan ditekankan adanya Serang Mengaji,” kata Imam, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, implementasi Serang Mengaji tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas Islami yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter siswa.
“Bentuk implementasinya dalam pengertian luas, kami melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya Islami dan mengarah kepada peningkatan karakter anak, khususnya dalam peningkatan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.
Imam berharap peringatan Maulid Nabi dapat memberikan motivasi dan pembelajaran kepada siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan etika dan adab.
“Harapannya anak-anak memiliki motivasi dan pembelajaran bagaimana kita meneladani Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam penerapan kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai adab dan etika menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian siswa.
Dengan bekal ilmu pengetahuan yang disandingkan dengan nilai keagamaan, siswa diharapkan memiliki fondasi yang kuat ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Etika atau adab itu lebih mulia dan lebih tinggi daripada ilmu. Maka disandingkan dengan ini, mudah-mudahan dari segi keilmuan kemudian ditambah dengan keagamaannya menjadikan anak-anak kita kuat,” ungkapnya.
Imam menilai penguatan karakter semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Anak-anak saat ini dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi, baik yang memberikan dampak positif maupun negatif.
Karena itu, sekolah berupaya membekali siswa dengan nilai agama dan karakter agar mampu menjadi penyaring dalam menerima informasi.
“Dengan dasar yang sudah kita berikan kepada anak-anak, ini akan menjadi barometer bagi mereka untuk menelaah sebuah informasi, baik informasi yang baik maupun yang buruk, sehingga mereka dapat menentukan dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk,” tuturnya.
Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat tercermin dalam perilaku siswa sehari-hari.
“Sehingga ini bisa menjadi dasar untuk berperilaku baik, baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, tradisi Panjang Mulud dalam kegiatan tersebut dikemas dengan konsep yang melibatkan siswa dan lingkungan sekitar sekolah.
Jika sebelumnya prosesi dilakukan dengan rute tertentu, tahun ini konsep perjalanannya dibuat berbeda dengan menyusuri lingkungan kampung di sekitar sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, SDN Kaloran Kidul tidak hanya memperkenalkan tradisi keagamaan kepada peserta didik, tetapi juga mengajarkan nilai kepedulian, berbagi dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar.***