SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mendorong percepatan penetapan status Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Proses tersebut kini disebut tinggal menunggu persetujuan dari DPRD Kota Serang.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, persetujuan dari Gubernur Banten dan DPRD Provinsi Banten telah diberikan.
Selanjutnya, Pemkot Serang bersama DPRD Kota Serang akan melakukan persetujuan bersama yang kemudian dibawa ke rapat paripurna.
“Dari gubernur sudah, dari DPRD provinsi sudah, tinggal DPRD kota. Nanti ada persetujuan bersama dengan saya, nanti diparipurnakan,” kata Budi Rustandi, Selasa (29/9/2026).
Menurut Budi, proses tersebut diharapkan dapat segera diselesaikan karena dokumen terkait nantinya akan menjadi bagian dari proses penyusunan regulasi di tingkat pemerintah pusat.
Ia menargetkan proses penetapan tersebut dapat berjalan dalam tahun ini.
“Targetnya setahun ini. Nanti tunggu percepatan dari DPRD di paripurna. Kalau bisa segera mungkin, karena ini untuk mencakup status daripada kota provinsi Banten yaitu Kota Serang,” ujarnya.
Budi menilai, status sebagai ibu kota provinsi akan membawa dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari sosial, pertumbuhan ekonomi, hingga pengembangan kawasan perkotaan.
Karena itu, Pemkot Serang, kata dia, tengah menyiapkan sejumlah program pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
“Yang namanya ibu kota ya kita harus siap apapun itu. Termasuk segala program-program saya. Ke depan nanti ada program-program lagi apa yang mau kita bangun untuk ikonnya ibu kota,” katanya.
Budi menyebut sejumlah rencana pembangunan, di antaranya kawasan Royal, revitalisasi Alun-alun Kota Serang dan pembangunan di kawasan Tamansari.
“Alun-alun dibangun insyaallah tahun depan, Tamansari saya bangun,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Serang juga berencana mengembangkan kawasan pesisir. Budi menyebut, pada 2028 pihaknya menargetkan pembangunan kawasan pantai yang konsepnya akan dikembangkan seperti kawasan Pantai Losari di Makassar.
“Insyaallah progres berikutnya 2028 kita ingin bikin di pantai seperti Losari. Dan itu sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur,” katanya.
Menurut Budi, pengembangan berbagai kawasan tersebut diarahkan untuk mendorong sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa sekaligus menarik lebih banyak investasi ke Kota Serang.
“Kita siapkan semua agar investasi banyak masuk Kota Serang, agar pertumbuhan ekonomi tumbuh dan pengangguran berkurang,” ujarnya.
Selain proses penetapan status ibu kota, Budi juga menyebut Pemkot Serang tengah melakukan pembaruan data daerah.
Menurutnya, pembaruan data diperlukan karena sejumlah indikator yang berkaitan dengan perkembangan Kota Serang belum diperbarui sejak kota tersebut berdiri.
“Iya, sudah oke, sudah sepakat. Kemarin kan saya ketemu dua kali. Ini tindak lanjutnya termasuk update data,” katanya.
Budi mengatakan, pembaruan data tersebut berkaitan dengan kondisi terkini Kota Serang, termasuk pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya beban infrastruktur seperti jalan.
“Update data ini untuk penambahan DAU. Kita harus tahu bahwa populasi Kota Serang bertambah, beban jalan juga bertambah dan lain-lain. Itu belum ter-update,” ujarnya.
Ia menyebut pembaruan data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengalokasian anggaran untuk tahun 2027 dan 2028.
“Hari ini insyaallah sudah mulai ter-update untuk persiapan 2027 dan 2028. Kita punya updating data yang terbaru,” kata Budi.***