Sembunyikan Teguran Dikti Berimbas Penutupan Universitas Bestari, Ratusan Mahasiswa Tuntut Uang Kuliah Balik

SERANG – Hampir 200 mahasiswa Universitas Bestari di Walantaka, Kota Serang, terlantar usai kampus ditutup Dikti pada September 2026.

Berdasarkan pengakuan mahasiswa, kampus sudah mendapat teguran Dikti sejak November 2025. Namun, pihak kampus diduga menutup informasi tersebut.

Parahnya, perkuliahan tetap berjalan hingga September 2026 dan mahasiswa tetap diminta bayar SPP seperti biasa.

Kejanggalan lain muncul di data akademik. Transkrip nilai dari kampus tidak sinkron dengan data PDDikti.

Ada mahasiswa yang harusnya sudah semester 7, tapi di PDDikti masih tercatat semester 5.

Padahal mereka dijanjikan bisa lulus pada 2026.

Kerugian finansial tak terhindarkan. Sejumlah mahasiswa mengaku sudah bayar lunas hingga biaya wisuda.

Kampus sempat janji akan mengembalikan uang kompensasi, namun realisasinya tidak penuh dan tidak merata.

Salah satu mahasiswa mengaku, ia mengajukan pindah kampus pada Februari 2026, tapi ditahan rektorat dengan janji bisa lulus akhir tahun.

Ia bahkan sudah bayar biaya aktif dan cuti hampir Rp2 juta, tapi kuliah tidak pernah terlaksana.

Merasa dirugikan, mahasiswa sudah melapor ke Polresta Serang Kota. Namun hingga kini belum ada kejelasan dari pihak kampus.

Adapun mahasiswa menuntut agar pihak kampus mengembalikan 100% uang pendidikan dan biaya lain yang sudah dibayar.

Lalu menuntut pihak kampus memperbaiki dan sinkronkan transkrip nilai dengan data PDDikti.

Mereka juga menuntut agar pihak kampus memberikan pendampingan resmi untuk proses pindah ke kampus lain serta bertanggung jawab atas janji-janji yang diingkari.

“Bagi kami ini soal masa depan. Waktu, tenaga, dan uang sudah habis. Kami cuma minta hak kami balik supaya bisa kuliah lagi di tempat lain,” ujar salah satu mahasiswa.

Dihubungi terpisah, staf Non-Akademik sekaligus humas Universitas Bestari Panji tak menampik bahwa kampus tersebut sudah tutup.

“Memang sudah ditutup awal Oktober. Saya tahu juga dapat infonya dapat dari dosen,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Terkait tuntutan mahasiswa untuk pengembalian uang kuliah, Panji menyebut berdasarkan informasi yang ia terima, pihak kampus sudah melakukan pengembalian dana secara bertahap kepada mahasiswa.

“Sudah dikonfirmasi itu, sudah dikembalikan secara bertahap kepada mahasiswanya, ditransfer mungkin,” katanya.

Panji menjelaskan, dana yang dikembalikan adalah uang kegiatan yang belum terlaksana.

“Itu yang dikembalikan uang kegiatan yang belum terlaksana, kayak KKM dulu atau praktik-praktik gitu. Tapi tidak melalui saya, ada bagiannya lagi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terakhir, Panji memastikan kuliah masih berjalan hingga akhir September 2026, saat status kampus masih dalam tahap pembinaan di PDDikti.

“Kegiatan KBM terakhir kurang lebih sebelum penutupan, masih pembinaan itu. Tanggalnya sekitar. September akhir masih ada kuliahnya, kan masih pembinaan, itu belum ditutup resmi di laman Dikti-nya,” pungkasnya. (*/Ajo)

DiktiditutupUniversitas BestariWalantaka
Comments (0)
Add Comment