SERANG – Sejumlah aspirasi pembangunan disampaikan masyarakat Desa Bandung dan Desa Mandir, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PKB, Enday Dahyani.
Kegiatan reses yang dipusatkan di Pondok Pesantren Riyadul Mubtadiin, Kampung Kukun, Desa Bandung, tersebut dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa, serta Camat Bandung. Lokasi kegiatan dipilih karena berada di wilayah perbatasan kedua desa, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas, mulai dari pembangunan jalan poros, jalan desa, jalan lingkungan, hingga perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan.
Selain infrastruktur, warga juga mengusulkan bantuan untuk rumah tidak layak huni (rutilahu), pondok pesantren, majelis taklim, masjid, dan musala.
Enday mengatakan, salah satu aspirasi yang menjadi perhatian masyarakat adalah peningkatan status Puskesmas Kecamatan Bandung menjadi puskesmas rawat inap.
Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai tanpa harus pergi ke kecamatan lain.
“Harapannya Puskesmas Bandung bisa menjadi puskesmas rawat inap, seperti Puskesmas Pamarayan dan Jawilan yang sudah memiliki fasilitas rawat inap. Ini menjadi salah satu skala prioritas yang disampaikan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan alun-alun Kecamatan Bandung sebagai fasilitas publik dan ruang aktivitas masyarakat.
Enday menjelaskan, sejumlah aspirasi pembangunan yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan reses telah direalisasikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Beberapa di antaranya berupa pembangunan jalan poros, jalan desa, dan jalan lingkungan.
“Alhamdulillah, beberapa usulan masyarakat dari reses tahun sebelumnya sudah terealisasi, baik jalan lingkungan, jalan desa maupun jalan poros. Tinggal beberapa aspirasi yang masih perlu diperjuangkan, di antaranya Puskesmas rawat inap dan pembangunan alun-alun Kecamatan Bandung,” katanya.
Selain menyerap aspirasi pembangunan, kegiatan reses kali ini juga dirangkaikan dengan pelayanan dan sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang bersama UPT Disdukcapil Kecamatan Bandung.
Sosialisasi tersebut bertujuan mengenalkan pemanfaatan KTP digital yang dapat diakses melalui telepon seluler. Dengan IKD, masyarakat tidak harus selalu membawa KTP fisik karena identitas kependudukan dapat ditampilkan melalui aplikasi di ponsel masing-masing.
Enday menyebut masyarakat cukup antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Bahkan, pelayanan berlangsung hingga sore hari dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Melalui IKD, identitas kependudukan bisa diakses melalui HP masing-masing. Jadi, ketika membutuhkan data kependudukan, masyarakat bisa menunjukkannya melalui aplikasi tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan ketidaksesuaian data desil masyarakat juga masih menjadi keluhan warga. Menurut Enday, terdapat masyarakat yang merasa kondisi ekonomi sebenarnya tidak sesuai dengan kategori desil yang tercatat.
Persoalan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah kecamatan dan desa. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pengajuan perbaikan data agar kondisi sosial ekonomi mereka dapat tercatat secara tepat.
Enday berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui OPD terkait, sehingga kebutuhan pembangunan dan pelayanan dasar masyarakat di Kecamatan Bandung dapat terpenuhi secara bertahap.***