TANGERANG – Koordinator Aliansi Pantja Tunggal, Ansyah Sandy, melontarkan kritik keras terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, yang tidak menemui massa aksi saat demonstrasi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Ansyah menyebut sikap Kadinkes yang tak memberikan penjelasan langsung kepada demonstran sebagai sesuatu yang mengecewakan.
Ia bahkan melontarkan sindiran keras terhadap mentalitas pejabat yang dinilai enggan memberikan klarifikasi atas persoalan yang dipertanyakan publik.
“Mentalnya tempe ya, mentalnya tempe. Kalau memang dia ingin mengklarifikasi, tinggal dijawab saja, nggak sulit lah. Kita sudah assalamualaikum. Kalau memang dia nggak mau jawab, walaikumsalam. Ya itu urusan dia dengan Tuhannya,” tegas Ansyah Sandy.
Menurut Ansyah, kedatangan Aliansi Pantja Tunggal bukan aksi tanpa dasar. Ia mengatakan pihaknya telah melayangkan surat dan somasi sejak Mei, termasuk somasi pertama, kedua, dan ketiga, untuk meminta penjelasan atas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mereka.
Salah satu persoalan yang disorot adalah dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam penghapusan aset lama Puskesmas Curug.
Ansyah menyebut persoalan tersebut menjadi bagian dari sejumlah poin yang mereka ajukan kepada pihak terkait.
Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan, persoalan penghapusan aset lama itu telah diklarifikasi oleh bagian aset dan disebut sudah masuk proses sesuai aturan.
Hal ini menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan duduk perkara secara utuh.
Selain persoalan aset, Aliansi Pantja Tunggal juga menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pembangunan Puskesmas Curug serta proyek Hutan Bambu Cisoka.
Ansyah menilai berbagai persoalan tersebut membutuhkan jawaban terbuka dari pihak Dinkes agar tidak terus menjadi polemik.
Ia menegaskan, klarifikasi langsung merupakan langkah yang semestinya ditempuh untuk menjawab pertanyaan dan dugaan yang disampaikan masyarakat.
Namun, hingga aksi berakhir, Hendra Tarmizi tidak menemui massa demonstran. Berdasarkan informasi yang disampaikan di lokasi, Kadinkes disebut sedang tidak berada di kantornya.
Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan massa yang berharap dapat memperoleh penjelasan langsung dari pejabat yang menjadi sasaran tuntutan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan langsung dari Hendra Tarmizi terkait kritik Ansyah Sandy maupun berbagai dugaan yang disampaikan Aliansi Pantja Tunggal.
Dugaan penyimpangan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang.***