Lepas Saham KTI, Krakatau Steel Berencana Ambil Saham Perusahaan SPAM di Gresik
FAKTA – Meski melakukan aksi korporasi dengan melepas 49 persen saham PT Krakatau Tirta Industri (KTI) kepada PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), namun ternyata PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, masih berambisi melakukan ekspansi bisnis di bidang pengolahan air.
PT Krakatau Steel kali ini berencana menambah kepemilikan saham di PT PP Krakatau Tirta (PPKT).
PPKT saat ini mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
PT PP Krakatau Tirta (PPKT) merupakan perusahaan patungan dari anak usaha PTPP, yakni PT PP Infrastruktur dengan PT KTI. Saat ini porsi saham 75 persen dimiliki PT PP Infrastruktur, sedangkan PT KTI sebesar 25 persen.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan, Krakatau Steel melalui anak usahanya PT Krakatau Tirta Industri (KTI) akan menambah porsi saham menjadi 70 persen di PT PP Krakatau Tirta (PPKT).
Krakatau Steel akan membeli porsi saham milik PT PP Infrastruktur.
“KTI akan menambah porsi saham menjadi 70 persen di perusahaan PPKT yang mengelola SPAM kapasitas 1.000 liter per detik untuk PDAM Gresik,” ujar Purwono dikutip dari Bisnis, Minggu (19/2/2023).
Purwono mengatakan, prospek bisnis pengolahan sumber daya air di tahun 2023 cukup menjanjikan. Krakatau Steel melalui anak usahanya PT KTI tengah melakukan beberapa penjajakan bisnis di luar wilayah Cilegon, Banten.
Dari bisnis air, potensi pendapatan yang terkonsolidasi dari PT KTI diperkirakan mencapai Rp450 miliar sampai Rp1 triliun pada 2027.
Adapun pertumbuhan pendapatan diperkirakan mencapai 18 persen per tahunnya.
“Awal tahun ini KTI sudah melakukan penjajakan untuk mensuplai air di kilang minyak di Dumai,” jelas Purwono.
Selain ekspansi bisnis di Gresik, PT KTI juga tengah fokus menyelesaikan proyek pengolahan air Desal dan Demin PT Amman Mineral di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Timur.
PT KTI juga fokus pada proyek peningkatan kapasitas untuk meningkatkan fasilitas produksinya.
Sementara di Banten, PT KTI juga akan memperluas jaringan distribusi demi memenuhi peningkatan kebutuhan pelanggan di tahun 2024.
Anak usaha Krakatau Steel ini berencana membangun water treatment plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan konstruksi baja berkapasitas 600 liter per detik di Plan Krenceng 2.
Diketahui, PT PPKT saat ini mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 1.000 liter per detik melalui skema bangun-guna-serah, dengan PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik.
Perusahaan patungan yang didirikan pada tahun 2019 ini juga akan melaksanakan perencanaan, pengembangan, pembangunan dan pengelolaan SPAM Gresik. (*/Red)
