Pembangunan Pabrik Baja HSM 2 PT Krakatau Steel Telan Biaya Investasi Rp7,5 Triliun

CILEGON – Pabrik baja Hot Strip Mill (HSM) 2 milik PT Krakatau Steel (KS) di Cilegon memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pabrik baja lain di Indonesia. Itu karena HSM 2 telah menggunakan teknologi otomasi 4.0 buatan Jerman.

Disampaikan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim. Jika pihaknya sempat mengalami kendala dalam pembangunan pabrik HSM 2 lantaran mewabahnya pandemi Covid-19. Namun, pada Mei 2021, pembangunan pabrik HSM 2 akhirnya bisa dirampungkan.

Tak tanggung-tanggung, pembangunan pabrik HSM 2 di atas lahan seluas 25 hektare tersebut turut menelan biaya investasi mencapai Rp7,5 triliun.

“Saat sebagian pembangunan, kita harus bertarung dengan Covid-19 yang barang tentu menyulitkan penyelesaian pabrik ini. Tapi alhamdulillah kita dapat menyelesaikan pembangunan pabrik ini disaat pandemi. Pada Mei 2021,” ucap Silmy saat memberikan sambutan di hadapan Presiden Jokowi dalam rangka peresmian pabrik Hot Strip Mill 2, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/9/2021) di Kota Cilegon.

“Nilai investasi mencapai Rp 7,5 triliun di atas lahan seluas 25 hektare,” imbuhnya.

Meski begitu, diakui Silmy, jika pembangunan pabrik baja yang mampu memproduksi baja tertipis di Indonesia tersebut dipercaya akan meningkatkan produksi HRC (Hot Roll Coil) hingga 3,9 juta ton per tahun.

“Pabrik ini menjadi pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC (Hot Roll Coil) dengan ketebalan 1,4 milimeter (tertipis se-Indonesia). Kapasitas produksi sebesar 1,5 juta ton per tahun. Sehingga total produksi HRC Krakatau Steel menjadi 3,9 juta ton per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengaku bangga dengan dibangunnya pabrik ini. Ia menuturkan, hanya ada dua pabrik baja di dunia yang menggunakan teknologi terkini dari Jerman dalam produksinya.

“Hot Strip Mill 2 Krakatau Steel ini dibangun dengan teknologi modern serta terbaru yang ada di industri baja. Hanya ada dua di dunia, pertama di Amerika Serikat dan satu lagi di Indonesia,” kata Jokowi. (*/YS)