Bau Menyengat, Warga Keluhkan Pencemaran Udara Diduga dari Pabrik Kimia di Ciwandan

 

CILEGON – Warga Lingkungan Gambiran, RT 12 RW 03, Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengeluhkan adanya pencemaran udara yang diduga berasal dari salah satu pabrik kimia yang berada dekat dengan pemukiman mereka.

Bau menyengat disertai asap tebal yang tak biasa muncul dan menganggu aktivitas warga pada Selasa (24/1/2023) kemarin.

Diwakili oleh Ketua RT 12 Jaenudin, dampak bau menyengat yang tercium dan juga asap tebal itu bahkan telah menyebabkan warga mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti mata perih, dada sesak nafas, dan bahkan ada warga yang hampir pingsan.

Asap tebal dan bau menyengat diakui warga, terjadi sejak pukul 17.30 WIB – 21.00 WIB Selasa (24/01/2023) malam.

Dugaan pencemaran itu dituding berasal dari pabrik kimia PT Dongjin Indonesia.

Sebelumnya, kata Jaenudin, warga menduga asap tebal itu berasal dari lima perusahaan yang ada di sekitar pemukiman warga yaitu PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), PT Selago Makmur Plantation, PT Lautan Otsuka Chemical (LOC), PT Asahimas Chemical (ASC), dan PT Dongjin Indonesia.

Namun setelah dikonfirmasi melalui humas masing-masing perusahaan oleh Jaenudin, keempat perusahaan selain PT Dongjin Indonesia telah memberikan klarifikasi dan membantah bahwa pabrik mereka mengeluarkan asap tebal dan bau menyengat saat itu.

Hal itu membuat dugaan warga terhadap PT Dongjin Indonesia semakin kuat, apalagi setelah dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh Ketua RT 12, Humas PT Dongjin Indonesia hanya membaca pesan tersebut dan tidak memberikan konfirmasi apa-apa.

Sankyu ks

“Ya kalau bukan dari Dongjin dari mana lagi kan, hanya Dongjin yang membaca pesan saya dan tidak membalasnya, jadi indikasi asap tebal itu berasal dari PT Dongjin Indonesia semakin kuat dan warga semakin yakin itu darisana,” kata Jaenudin saat diwawancarai pada Rabu (25/01/2023).

Jaenudin mengatakan, asap tebal itu diduga berasal dari ledakan pabrik, kebakaran, dan kebocoran asap dari PT Dongjin Indonesia, karena memang Dongjin diketahui sedang membuat pabrik baru. Warga juga menduga terjadi human eror atau kesalahan manusia.

“Masyarakat tentunya panik, karena tidak ada kejelasan darimana asap tebal tersebut, dan apa penyebabnya. Pasalnya, ya dari PT Dongjin belum memberikan jawaban kepada kita. Kalau memang ada kelalaian tinggal bilang aja kan, agar masyarakat juga tau dan jangan ditutup-tutupi seperti ini,” pungkasnya.

Untuk meminta kejelasan dan menindaklanjuti peristiwa yang tidak biasa itu, Jaenudin telah melontarkan laporan kepada Lurah Gunungsugih agar ditindaklanjuti.

Dan ia berharap agar diadakan musyawarah antara warga dan ke lima perusahaan tadi terutama Dongjin Indonesia untuk membicarakan bagaimana baiknya kedepan.

“Ini bukan sekali, namun sering, tanpa ada musyawarah, makanya ya kita ingin sih ada musyawarah dan jangan sampai hal ini terulang kembali,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi antara pihak perusahaan dan masyarakat harus terjalin dengan baik, karena apabila pihak perusahaan tidak mengindahkan hal tersebut, masyarakat bisa mengamuk dan menggeruduk perusahaan tersebut.

“Kemarin malam aja masyarakat itu 2 kampung udah pada mau menggeruduk perusahaan dan mencari tau sumbernya dimana. Makanya agar menjaga kondusifitas, komunikasi harus ada dari pihak perusahaan ke masyarakat,” jelasnya.

Kondisi saat ini dijelaskan oleh Jaenudin telah mereda, asap tebal dan bau sudah menghilang dan hanya ada asap serta bau biasa saja.

“Sejak jam 9 malam tadi udah reda, itu juga gatau kok bisa, dan bagaimana sih penyebabnya, kita masih bertanya-tanya. Kalau asap dan bau biasa mah kita sudah biasa, tapi kalau bau dan asap tebal yang tidak biasa kita juga khawatir takut terjadi apa-apa pada kesehatan masyarakat,” ucap Jaenudin Ketua RT 12. (*/Hery)