CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mulai melakukan pengiriman perdana produk pipa baja untuk kebutuhan proyek jaringan gas di Sumatera, Kamis (19/2/2025).
Pengiriman tersebut dilakukan melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries (KPI), sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan hilirisasi dan penguatan ketahanan energi nasional.
Pengiriman ini diperuntukkan bagi proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor energi.
Dalam proyek tersebut, Krakatau Steel memasok pipa berdiameter 20 inci dengan spesifikasi API X52.
Total panjang pipa yang dikerjakan dalam proyek Dumai–Sei Mangkei mencapai sekitar 540 kilometer.
Volume tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur distribusi gas di Pulau Sumatera.
Direktur Jenderal (Dirjen) Migas, Laode Sulaeman, mengapresiasi langkah cepat Krakatau Steel dan anak usahanya dalam mendukung kelancaran proyek tersebut.
Ia menilai proses pengerjaan masih berjalan sesuai rencana.
“Krakatau Steel selaku induk badan usaha, kemudian dari Krakatau Pipe Industries, atas langkah-langkah cepat dan terukur yang menyebabkan apa yang kita laksanakan masih berada dalam timeline yang meyakinkan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia memastikan progres pekerjaan hingga saat ini tetap berada dalam jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah berharap penyelesaian proyek dapat dilakukan tepat waktu.
“Timeline-nya masih sangat sesuai. Kita berharap ini juga bisa selesai tepat waktu,”imbuhnya.
Menurutnya, pembangunan jaringan pipa gas di Sumatera terus berkembang meskipun masih terdapat beberapa segmen yang perlu diselesaikan.
“Di Pulau Sumatera sudah ada juga dari Aceh-nya, tapi masih ada potongan kecil. Tapi potongan kecil itu 541 kilometer,” jelasnya.
Laode juga menyebut kontribusi Krakatau Steel dalam pembangunan infrastruktur energi nasional sudah signifikan, khususnya pada proyek-proyek jaringan pipa gas.

“Krakatau Steel sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa tentu merupakan bagian untuk kekuatan ketahanan energi kita,” tutur Laode.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menjelaskan bahwa pengiriman tahap awal mulai dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Proyek ini kita mensuplai pipa 20 inci dengan spesifikasi API X52 sepanjang 540 kilo (kilometer-red) yang hari ini akan kita start untuk mulai delivery,” ujar Rony pada kesempatan yang sama.
Ia menambahkan, total panjang proyek Dumai–Sei Mangkei mencapai sekitar 540 kilometer dengan bobot material yang cukup besar.
“Proyek Dumai-Sei Mangkei (Dusem) yang panjangnya sekitar 540 kilo, dengan total berat mungkin sekitar 83.000 ton,” jelasnya.
Direktur Komersial, PU dan Portofolio PT Krakatau Steel, Hernowo, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab produksi pada tahun ini.
“Kita akan deliver sesuai yang ditargetkan, tahun ini insyaallah kita beresin semua dari sisi tanggung jawab kita sebagai produsen,”katanya.
Ia juga menegaskan dukungan penuh Krakatau Steel terhadap agenda Direktorat Jenderal Migas dalam penyediaan infrastruktur energi nasional.
“Krakatau Steel sangat mendukung proyek ini dan kita akan komit akan terus mendukung agenda-agenda dari Ditjen Migas untuk menyediakan layanan terbaik dan juga kepada teman-teman KSO,” tegasnya.
Dari pihak pelaksana konstruksi, KSO 1 Wika-Nindya Karya melalui Oemar Kamal menyatakan kesiapan tim dalam menindaklanjuti pengiriman perdana tersebut.
“tim proyek yang berjibaku untuk memastikan bahwasanya shipment satu sudah terlaksana, tinggal kita proses eksekusi dari KSO WIKA-NK nantinya,”singkatnya.
Sementara itu, Pimpinan KSO 2 Rabana-Abipraya-SBS-Tinggar, Sia Yuri Sugiarto, menegaskan bahwa proyek Dusem memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri.
“Sebagaimana kita ketahui, proyek Dusem ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan juga mendukung hilirisasi industri,” ujar Yuri.
Ia menilai pelepasan pipa perdana menjadi momentum penting dalam tahapan pelaksanaan proyek tersebut.
”Pelepasan pipa perdana ini merupakan tonggak sejarah penting dalam pelaksanaan proyek Dusem. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah,” pungkasnya. (*/ARAS)


