Andalkan Sinergi Lintas Sektor, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Cilegon Terus Tingkatkan Budaya Baca Masyarakat

CILEGON – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Ismatullah, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengintensifkan sinergi lintas sektor, khususnya dengan lembaga perguruan tinggi, dalam upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
“Kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon kini bersinergi, berkolaborasi, dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang mewajibkan para mahasiswa melaksanakan kegiatan literasi selama pengabdian,” ujar Ismatullah, Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, dari total 43 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di Kota Cilegon, baru 22 TBM yang saat ini menjadi mitra aktif bagi para mahasiswa peserta KKN Untirta.
“Sudah ada beberapa lokasi yang berjalan, seperti di Kelurahan Ciwandan dan Pabean. Ini merupakan bentuk nyata implementasi dari kerja sama tersebut,” lanjutnya.

Program ini, kata Ismatullah, merupakan inisiasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, yang kini mengutamakan gerakan literasi dalam setiap agenda KKN mahasiswa.
“Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Kedua indikator ini menjadi barometer utama dalam dunia perpustakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya kini juga mulai fokus terhadap pelestarian naskah kuno, sebuah aspek yang selama ini belum tersentuh secara optimal di Kota Cilegon.
“Sejak tahun lalu, kami mulai menyentuh aspek pelestarian naskah kuno. Naskah-naskah ini harus kita perlakukan sebagai warisan berharga bangsa. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jati diri dan wibawa bangsa melalui pelestarian dokumen-dokumen penting,” ucapnya.
Dalam rangkaian Hari Anak Nasional, pihaknya juga menggandeng Kampung Dongeng dan menggelar berbagai kegiatan literasi di momen Car Free Day, serta memperluas kolaborasi dengan Posyandu, asosiasi literasi, hingga kampung KB.
“Literasi adalah investasi jangka panjang yang menopang peradaban. Karena itu, melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, kami terus menghidupkan semangat membaca dan belajar di setiap sudut kota,” pungkasnya.(*/Nandi).

