Angka Stunting di Cilegon Turun, DP3AP2KB Dorong Edukasi Gizi Seimbang
CILEGON – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak,dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mencatat angka stunting di daerah itu menurun dari 22 persen pada 2023 menjadi 19 persen pada 2024, berdasarkan hasil survei kesehatan SSG.
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma menyebutkan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, terutama dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
“Alhamdulillah, angka stunting turun dari 22 ke 19 persen. Ini berkat kerja sama berbagai pihak. Stunting tidak bisa diatasi oleh satu dinas saja,” katanya, Kamis (6/11/20205).
Menurutnya, pihaknya hanya berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan edukasi pola makan sehat melalui posyandu serta mendorong peran aktif kelurahan dan kecamatan.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk rutin ke posyandu dan menerapkan pola gizi seimbang. Edukasi menjadi kunci, apalagi banyak orang tua masih berpikir yang penting anak kenyang tanpa memperhatikan kualitas gizinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dari meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan anak.
“Sekarang masyarakat sudah mulai memahami bahwa anak adalah aset bangsa. Kalau anak sehat, keluarga pun lebih bahagia,” tuturnya.
Pihaknya juga mendukung terbentuknya 43 Kampung Keluarga Berkualitas di Cilegon sebagai wadah kolaborasi antar-OPD dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan keluarga.
“Kami fokus pada perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan. Melalui kampung keluarga berkualitas, berbagai program lintas dinas bisa terarah dan tepat sasaran,” ucapnya.
Meski demikian, DP3AP2KB menegaskan bahwa target penurunan stunting tetap menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, sementara pihaknya berperan sebagai pendukung dan penggerak masyarakat.
“Kami support penuh, karena penurunan stunting tidak cukup hanya dari sisi kesehatan. Faktor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan juga sangat berpengaruh,” ungkapnya.(*/Nandi).
