Antisipasi Kemacetan Parah di Pelabuhan Ciwandan, Ini Solusi Pelindo Regional 2 Banten

 

CILEGON – Kemacetan parah terjadi di Jalan Lingkar Selatan jalur menuju Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, beberapa hari menjelang puncak arus mudik yang diprediksi atau diperhitungkan pada tanggal 5-7 April 2024.

Situasi ini terjadi karena mulai diberlakukan pengalihan arus lalu lintas penyeberangan sejak tanggal 3 April 2024 dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Ciwandan. Pengalihan tersebut terutama berlaku untuk kendaraan roda dua dan truk golongan 6 dan 7 di Pelabuhan Pelindo Regional 2 Ciwandan.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintasi pelabuhan ini, terutama truk barang dan pemotor, Pelindo Regional 2 telah mengambil langkah dengan menambah zona buffer guna mengatasi masalah kemacetan tersebut.

Yohanes Wibowo Situmeang, GM Pelindo Banten, mengungkapkan bahwa hari ini merupakan hari pertama pemberangkatan arus mudik dari Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung sejak pukul 00.00.

Pada pukul 13.00 WIB, pihaknya telah mengoperasikan 11 kapal dari Pelabuhan Pelindo Regional 2 Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni, membawa sekitar 1.000 kendaraan roda dua dan sekitar 500 kendaraan truk golongan 6 dan 7.

Kartini dprd serang

Namun, kepadatan lalu lintas yang terjadi pada hari ini disebabkan oleh pembatasan truk yang akan diberlakukan malam ini. Sehingga banyak truk-truk besar yang mencuri start dan memanfaatkan momentum sebelum mulai diberlakukannya pembatasan truk-truk.

“Mulai malam ini akan diberlakukan pembatasan terkait truk, di mana hanya truk yang mengangkut sembako, BBM, dan kendaraan-kendaraan tertentu yang diizinkan berdasarkan SKB, dan mungkin karena itu pada hari ini juga banyak truk yang berkendara sebelum pembatasan diberlakukan,” kata Yohanes Wibowo Situmeang, GM Pelindo Banten, saat diwawancarai pada Rabu (3/4/2024).

Penyebab lain dari kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Pelindo Regional 2 Ciwandan adalah jumlah kendaraan yang masuk lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas zona buffer yang tersedia.

Yohanes menjelaskan bahwa meskipun kapasitas zona buffer hanya untuk 2.000 kendaraan roda dua dan 200 truk, pihaknya telah menambah zona buffer baru untuk mengatasi hal ini, sehingga situasi telah terurai dengan baik.

“Penambahan zona buffer di Pelabuhan Ciwandan ini menjadi solusi yang kami gadang-gadang untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi menjelang puncak arus mudik. Kami berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif dalam memperlancar transportasi selama periode mudik Lebaran,” ungkapnya menjelaskan.

Selain itu, penambahan zona buffer juga merupakan bukti komitmen Pelindo Regional 2 dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan.

“Meskipun kemacetan parah telah terjadi sebelum puncak arus mudik yang diprediksi, langkah-langkah proaktif yang kami lakukan seperti penambahan zona buffer di Pelabuhan diharapkan menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi,” imbuhnya. (*/Hery)

Polda