ASN Cilegon Tewas Diduga Gantung Diri, Pihak Keluarga Tolak Lakukan Otopsi

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.

Bagi anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ulama, ataupun klinik kesehatan mental.

CILEGON – Kota Cilegon diliputi duka mendalam setelah Pejabat Kepala Sub Bagian Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, berinisial IAW, ditemukan tidak bernyawa di teras belakang rumahnya.

Peristiwa tragis ini mengguncang lingkungan kerja di Pemerintah Kota Cilegon dan masyarakat setempat.

IAW, dikabarkan pada Rabu (6/12/2023) pagi ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan.

Ia tergantung di sebuah pipa tiang jemuran di belakang rumahnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, adalah tetangga yang pertama kali menemukan IAW pada pagi hari tadi.

Advertorial

Advertorial

Pihak berwenang, termasuk kepolisian setempat, segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki penyebab kematian IAW.

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Syamsul Bahri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa IAW tewas diduga gantung diri.

“Setelah kami melakukan penyelidikan dan olah TKP, diduga korban tewas dengan cara bunuh diri atau gantung diri. Dibuktikan dengan adanya bekas jeratan benang di leher dan keluarnya air mani,” kata Syamsul saat dikonfirmasi, Rabu (6/12/2023).

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas meninggalnya korban IAW yang merupakan warga Lingkungan Peni, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Namun, penyelidikan sedikit terhambat karena pihak keluarga tidak ingin melakukan otopsi pada korban.

“Pihak keluarga tadi gak mau diautopsi, jadi tidak dilakukan otopsi kepada korban,” jelas Syamsul. (*/Hery)