Banjir Berulang di Cilegon, Warga Dorong Pembangunan Tandon Air Sebagai Solusi Jangka Panjang

 

CILEGON – Warga Kota Cilegon mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengambil langkah strategis dan berkelanjutan dalam menangani banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, salah satunya melalui pembangunan tandon penampung debit air.

Sejauh ini, upaya penanggulangan banjir yang dilakukan pemerintah meliputi normalisasi sungai dan drainase, pengangkatan sedimen, serta perbaikan tembok penahan tanah (TPT) atau tanggul yang jebol.

Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.

Kondisi itu, kata warga diperparah dengan semakin berkurangnya lahan resapan air akibat alih fungsi lahan pertanian dan persawahan menjadi kawasan perumahan, perdagangan, dan industri.

Salah seorang warga Kranggot, Pion, menilai pembangunan tandon air merupakan solusi jangka panjang yang efektif untuk mengurangi risiko banjir di wilayah rawan.

“Saya mengusulkan agar di wilayah rawan banjir dibangun tandon air yang dilengkapi alat penyedot air permanen,” ujar Pion, Kamis (15/1/2026).

Ia menekankan bahwa pembangunan tandon air tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan pengembang perumahan dan pelaku industri yang beroperasi di Cilegon.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat berjalan optimal apabila didukung regulasi yang jelas dari pemerintah daerah, terutama terkait penegasan penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

“Untuk kawasan perumahan, sekitar 60 persen lahan digunakan untuk bangunan dan 40 persen untuk fasos dan fasum. Sementara kawasan industri, 40 persen terbangun dan 60 persen dialokasikan untuk fasos dan fasum,” katanya.

Pion mencontohkan keberhasilan pembangunan tandon air di Perumahan Metro yang dinilai mampu mengatasi persoalan banjir tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Dulu wilayah itu sering banjir pada 2020. Setelah ada tandon air, sekarang relatif aman. Manfaatnya nyata,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan tandon air juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau, wisata sederhana, serta mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan, yakni Ciwandan, Cibeber, dan Jombang.

Ratusan rumah terendam dan ribuan warga terdampak akibat bencana tersebut.***

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien