Bikin Macet Tiap Hari, Antrean di SPBU Grogol Cilegon yang Mengular Dikeluhkan Warga

CILEGON – Antrean panjang truk yang mengisi bio solar di SPBU Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, kembali memicu kemacetan di ruas Jalan Raya Cilegon–Merak.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pengendara yang melintas setiap hari lantaran kemacetan terjadi dari pagi hingga sore.
“Duh, sampai geleng-geleng kepala saya, Pak. Hampir setiap hari pagi, siang sampai sore macet gara-gara truk antre solar di SPBU ini,” ujar Ardian, pengendara motor, saat ditemui di lokasi, Kamis (27/11/2025).
Pantauan Fakta Banten selama sepekan terakhir menunjukkan antrean truk besar yang mengisi bio solar di SPBU 34.424.06 Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, mengular hingga ke badan jalan, sehingga mempersempit ruang lalu lintas kendaraan yang melintas.
Pihak SPBU telah memasang pembatas jalan dan menempatkan petugas keamanan untuk mengatur antrean sebagai upaya mengurangi dampak kemacetan.
Meski demikian, pengendara menilai penanganannya masih belum optimal.
“Harapannya pihak SPBU punya kebijakan atau solusi yang jelas supaya tidak macet terus. Pengendara juga punya hak menggunakan jalan dengan aman dan nyaman,” tambah Ardian.
Sementara itu, salah satu sopir truk, Adam Hadi, mengakui dirinya tetap memilih mengisi solar di SPBU tersebut karena rutenya searah.

“Saya antre di sini karena satu arah, sekalian jalan saja. Posisi SPBU juga di kiri, jadi nggak perlu muter atau nyebrang,” tuturnya.
“Kadang antrean selalu berlangsung lama,” sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pengawas SPBU Tegal Wangi, Juana Efendi, memperkirakan antrean panjang tersebut terjadi akibat tingginya permintaan dan keterbatasan kuota BBM menjelang akhir tahun.
“Soal sampai bikin macet, kami juga serba terbatas. Menjelang akhir tahun kuota BBM sudah mulai menipis. Kalau di SPBU ini kosong, ya sopir pasti cari SPBU lain. Tapi di wilayah Grogol semua SPBU solar tetap ada,” ujarnya.
Juana menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pembatasan pengisian untuk kendaraan besar agar antrean cepat bergerak.
“Mobil besar kita kurangi pengisiannya jadi 200 liter dengan batas maksimal pembayaran Rp500 ribu untuk mengurai antrean. Kalau ditolak, SPBU gak bisa kan. Karena itu bukan pembelian yang kita hentikan, tapi jumlah pengisiannya yang kita batasi,” jelasnya.
Menurut Juana, SPBU juga telah menyediakan satpam dan juga sesekali bantuan Babinsa untuk membantu pengaturan lalu lintas.
Dalam kondisi kemacetan parah, SPBU bahkan menghentikan sementara pelayanan solar.
“Paling kami stop penjualan kalau kondisinya terlalu parah,” katanya.***

