Di Kampung Tangguh, Kapolda Banten Harap Walikota Cilegon Adakan Industri Tangguh

CILEGON – Dalam kunjungan ke Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya, yang berlokasi di Kampung Terate Udik, Kelurahan Masigit, Jombang, Kota Cilegon. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten usulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengkonversi Kampung Tangguh menjadi Industri Tangguh, mengingat beberapa industri di daerah lain telah menjadi klaster penyebaran Covid-19.
Dalam sambutannya, Walikota Cilegon Edi Ariadi berharap kunjungan Kapolda dan Pemerintah Provinsi Banten ke Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya di Masigit, mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai Covid-19 dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.
“Mudah-mudahan ini bisa ditiru di kecamatan se-Provinsi Banten, tak hanya itu kami sedang mewacanakan ini di tiap Kecamatan yang ada di Cilegon,” Kata Edi, Senin (31/08/2020).
Kemudian, Asisten Daerah (Asda) III Provinsi Banten Samsir menjelaskan, Pemprov Banten apresiasi Polda Banten dan jajaran dibawahnya yang melakukan kegiatan preventif ditengah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Mengingat pentingnya kerjasama lintas sektor amat diperlukan dalam menghadapi Covid-19.
“Sektor ekonomi memberi dampak ketidakproduktifan , namun dengan AKB kita bisa melakukan rutinitas sehari-hari. Sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Banten telah mengeluarkan Pergub Nomor 28 tahun 2020 sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 terkait peningkatan disiplin dan penindakan hukum protokol kesehatan Covid-19. Terutama dalam menerapkan protokol kesehatan dengan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Ada sanksi administratif saya harap Pergub disosialisasikan secara humanis, dan edukati. Kampung Tangguh Nusantara diharap menjadikan masyarakat tangguh,” tuturnya.
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menjelaskan, Negara melalui Presiden ingin warganya selamat, virus yang begitu kecil ini menular melalui droplet sehingga masyarakat dihimbau menggunakan masker. Untuk melindungi masyarakat baik secara kesehatan, sosial, dan ekonomi.
“Tadi disini ada ketahanan pangan kita tinjau itu untuk masyarakat yang terdampak, untuk kehidupan sehari-hari mereka. Maknanya adalah kesetiakawanan sosial,” Kata Irjen Pol Fiandar dalam sambutannya.
Kapolda pun mendengar, ada beberapa Perusahaan yang membantu Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya melalui program CSR, sehingga kehadirannya bersama Pemprov untuk memastikan program tersebut berjalan.
Ia pun berharap, dengan banyaknya industri di Kota Cilegon, tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, seperti di beberapa daerah lain.
“Saya himbau ke Walikota untuk kampung Tangguh dikonversi ke industri Tangguh,” harapnya. (*/A.Laksono).

