Dindikbud Cilegon Anggap Permainan Gasing dari Penghapus Bisa Jadi Sarana Belajar

 

CILEGON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menanggapi fenomena viral permainan gasing buatan siswa dari penghapus.

Permainan sederhana itu dinilai tidak perlu dilarang, melainkan bisa diarahkan menjadi media pembelajaran yang menyenangkan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Humaedi, mewakili Kepala Dindikbud Heni Anita Susila, mengatakan bahwa pada dasarnya permainan yang digemari siswa harus dipandang sebagai sesuatu yang menyamankan sekaligus menyenangkan.

“Anak-anak merasa nyaman karena harganya murah, dan menyenangkan dari segi permainan. Hanya saja, kenyamanan dan kesenangan ini harus tetap kita kontrol agar tidak kebablasan meninggalkan yang pokok, yakni pembelajaran,” ujarnya, Rabu, (17/9/2025).

Menurutnya, guru bisa memanfaatkan kesenangan siswa dalam bermain untuk menjadikan proses belajar lebih menarik.

Dengan begitu, anak-anak tidak hanya asyik bermain, tetapi juga terdorong menikmati kegiatan belajar.

Permainan gasing dari penghapus, lanjut Humaedi, sebenarnya dapat dikaitkan dengan ilmu pengetahuan. Dan berharap para guru tidak langsung reaktif menanggapi fenomena yang berkembang.

“Itu bisa dikaitkan dengan konsep fisika. Jadi, tidak perlu buru-buru dilarang atau dirampas, cukup bagaimana guru memanfaatkan kesenangan anak itu menjadi pembelajaran,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Disdikbud Cilegon mendorong pola pikir bertumbuh (growth mindset) di kalangan pendidik. Guru diharapkan mampu mengarahkan antusiasme siswa agar permainan bisa memberi nilai tambah secara ilmiah dan bermanfaat.

“Bukan dilarang, tapi diarahkan. Dengan pola pikir bertumbuh, insya Allah di Cilegon kita bisa mengendalikan itu. Permainan menjadi sarana belajar, bukan sekadar hiburan,” tutupnya. (*/Ika)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien