Wisata Anyer

Dokter Eka Hospital Cilegon Ingatkan Orang Tua Waspadai 4 Tanda Bahaya Kesehatan Anak

CILEGON – Orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak dan tidak menyepelekan gejala yang muncul, terutama ketika anak menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa.

Dokter Spesialis Bedah Anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dito Desdwoanto,  menyarankan agar orangtua bersikap lebih waspada diperlukan karena anak terkadang belum mampu menyampaikan keluhan yang dirasakannya secara jelas.

Salah satu keluhan yang cukup sering ditemukan pada anak adalah nyeri perut. Namun, gejala tersebut tidak selalu mudah dikenali karena anak belum tentu dapat menjelaskan bagian tubuh yang terasa sakit.

“Yang paling sering pada anak yang biasanya datang ke dokter bedah anak atau ke rumah sakit, yang pertama adalah nyeri perut nih. Cuma terkadang nyeri perut pada anak itu tadi saya bilang sulit dikenali sama orang tua,” kata dr. Dito.

Menurut dia, perubahan perilaku anak dapat menjadi petunjuk adanya rasa sakit, termasuk ketika anak menjadi rewel secara berulang dan tiba-tiba menangis saat sedang tidur.

“Jadi kalau misalnya dia lagi tidur, tiba-tiba menangis gitu ya. Terus nanti dia diam, tenang, terus nanti bangun lagi menangis lagi. Dan begitu aja perpola. Nah itu biasanya dia ada keluhan di perutnya,” ujarnya.

Selain perubahan perilaku, posisi tubuh anak juga dapat menjadi tanda adanya nyeri perut. Anak yang berjalan sambil membungkuk atau tidur dengan posisi meringkuk perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua.

“Atau kalau misalnya dia jalan, dia membungkuk. Atau misalnya tidur dia meringkuk gitu ya, mendekatkan kaki ke tubuhnya, ke badannya. Nah itu juga mungkin salah satu tanda nyeri perut pada anak,” jelasnya.

Karena itu, orang tua dianjurkan tidak menunggu kondisi anak memburuk ketika menemukan tanda-tanda tersebut. Pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami anak.

“Jadi kalau misalnya ada tanda-tanda itu, ya jangan ditunda, jangan ragu. Lebih baik kita overthinking, overprotective pada anak, segera konsultasikan ke dokter bedah anak atau dokter terdekat supaya apa? Ya supaya kita bisa tadi diperiksa, ini apakah nyeri perut biasa atau nyeri perut yang tidak biasa. Itu yang pertama,” katanya.

Selain nyeri perut, keberadaan benjolan yang tidak semestinya muncul pada tubuh anak juga perlu diperiksakan. Orang tua disarankan tidak mengabaikan benjolan meskipun belum menimbulkan keluhan lain.

“Yang kedua, ya kalau ada benjolan nih. Jadi benjolan tuh maksudnya gimana, Dok? Benjolan di tubuh yang seharusnya enggak ada, gampangnya ya. Jadi mau di lokasi manapun, ya itu juga harus segera konsultasikan ke dokter, gitu,” imbuhnya.

Perhatian serupa diperlukan ketika anak mengalami cedera atau trauma, terutama dengan semakin banyaknya anak yang menggunakan sepeda maupun sepeda listrik sebagai sarana aktivitas dan mobilitas.

“Terus apa lagi, Dok? Ya kalau misalnya anaknya cedera. Anak-anak sekarang kan ya banyak naik kendaraan ya, sepeda atau sepeda listrik gitu ya. Pabila dia ada trauma atau cedera, ya konsultasikan ke dokter bedah anak. Paling sering sih itu,” tuturnya.

Dr. Dito juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kondisi anak ketika mengalami muntah. Salah satu kondisi yang menurutnya perlu segera mendapatkan penanganan adalah muntah berwarna hijau pekat.

“Kasus lain misalnya ada muntah. Muntah yang khas pada bedah anak adalah muntah warna hijau. Jadi muntah hijau pekat, itu langsung bawa ke dokter bedah anak karena kita curiga ada sumbatan nih di saluran pencernaannya. Itu aja sih paling sering sih,” ungkapnya.

Dokter bedah anak menangani pasien mulai dari bayi hingga remaja. Rentang usia pasien yang ditangani berada pada usia 0 hingga 18 tahun.

“Rentang usianya 0 sampai 18 tahun,” kata dr. Dito.

Menurut dia, pasien yang paling banyak ditangani umumnya berasal dari kelompok anak usia sekolah. Meski demikian, kasus kelainan bawaan pada bayi baru lahir juga menjadi bagian dari penanganan dokter bedah anak.

“Mayoritasnya ya anak-anak usia sekolah lah biasanya. He-eh, anak-anak usia sekolah paling sering gitu. Tapi ya banyak juga ya pada tadi kelainan bawaan pada bayi baru lahir,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak seluruh pasien yang datang ke dokter bedah anak harus menjalani tindakan operasi. Pemeriksaan diperlukan terlebih dahulu untuk menentukan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

“Dan ya tadi prinsipnya tidak semua pasien itu kita lakukan tindakan pembedahan. Jadi jangan takut, jangan khawatir gitu,” pungkasnya. ***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien