Dua Birokrat Senior Cilegon Dinilai Berpeluang Jadi Calon Wakil Walikota Dampingi Helldy

CILEGON – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon November 2024 mendatang diprediksi bukan hanya menarik karena memunculkan persaingan nama-nama tokoh politik populer yang bakal menjadi calon walikota.

Diantaranya yang sudah mendeklarasikan diri maju sebagai bakal calon walikota, yakni petahana Helldy Agustian, Sanuji Pentamarta, Dede Rohana Putra, maupun Isro Mi’raj.

Namun pengamat politik menilai Pilkada 2024 kali ini akan juga diramaikan oleh persaingan dua birokrat senior di lingkungan Pemkot Cilegon yang berpeluang menjadi bakal calon wakil walikota mendampingi petahana Helldy Agustian.

Dua birokrat tersebut yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Maman Mauludin, dan Tatang Muftadi, yang kini menjabat Asda 1.

Ahmad Basori, pengamat dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) menilai Helldy Agustian sangat mempertimbangkan untuk mengajak birokrat sebagai wakilnya.

“Pak Tatang dan Pak Sekda Maman sebenarnya masuk radar Helldy, penilaiannya apakah mereka kerja loyal selama ini untuk beliau, dan dua ASN senior itu mampukah menambah soliditas suara Helldy di birokrasi?” ujar Basori kepada wartawan, Senin (25/3/2024).

“Kalau mereka mampu menjawab itu, peluang kedua birokrat untuk diajak mendampingi Helldy terbuka lebar,” imbuhnya.

Alumnus Universitas Nasional itu menyebut bahwa sosok Tatang Muftadi dan Maman Mauludin sudah sejak tahun lalu digadang-gadang menjadi calon kuat untuk mendampingi Helldy.

Kartini dprd serang

Keduanya itu merupakan sosok dari kalangan birokrat yang saat ini sangat dipercaya oleh Helldy memegang jabatan penting di pemerintahan.

“Pak Sekda itu dikenal pejabat yang mampu jadi jembatan antara kepentingan eksekutif dan legislatif, sampai sejauh ini sosoknya cukup disukai oleh kalangan dewan. Sedangkan Pak Tatang, birokrat putra daerah yang mengharmoniskan kerja pemerintahan Helldy dengan tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama. Keduanya cukup menonjol di era Helldy memimpin saat ini,” jelas Basori.

Dia juga menyebut ada sebuah tradisi pada Pilkada Cilegon, dimana para petahana lebih sering mengajak birokrat untuk masuk bursa calon wakil walikota.

“Sejak zaman almarhum Pak Aat, tradisi di Cilegon dari petahana kerap menjadikan birokrat sebagai pasangan wakil walikotanya. Birokrat senior ini biasanya bisa membangun harmonisasi kebijakan dengan dewan maupun di internal pemerintahan. Seperti pengalaman pemerintahan sebelumnya, terbukti sangat solid dan kondusif ketika kepala daerah berasal dari pasangan politisi dan birokrat ini,” tegas Basori.

Namun untuk bisa dipastikan maju dalam pencalonan, menurut Basori, birokrat yang serius maju harus bisa memastikan mendapatkan tambahan kursi tiket Parpol DPRD untuk berkoalisi dengan petahana.

“Pak Helldy ini kan Gerindra baru punya 7 kursi dewan, butuh satu kursi lagi untuk koalisi bisa melengkapi tiket. Sepertinya yang berpeluang gabung dan bisa diajak bareng seperti Demokrat atau Gelora, yang masuk Parpol Koalisi Indonesia Maju Prabowo-Gibran, kalau dari koalisi lain ada juga NasDem dan PKB, karena parpol ini tidak ada sosok yang digadang-gadang maju,” tandas Basori.

Sementara itu diketahui ada 10 Parpol berhasil meloloskan wakilnya di DPRD Kota Cilegon pada Pemilu 2024 ini. Yakni Partai Golkar (8 kursi), Gerindra (7 kursi), PAN (6 kursi), PPP (5 kursi), PKS (4 kursi), NasDem (4 kursi), Demokrat (3 kursi), PDIP (1 kursi) PKB (1 kursi), Gelora (1 kursi).

Untuk mendapatkan tiket bisa mengusung calon walikota dan wakil walikota, dibutuhkan 20 persen jumlah kursi legislatif yakni 8 kursi dari total 40 kursi DPRD Kota Cilegon. (*/Rizal)

Polda