Dualisme Karang Taruna Kota Cilegon Edi vs Aziz, Dinsos Serahkan kepada Walikota Soal Legalitas

 

CILEGON – Polemik dualisme kepemimpinan di tubuh Karang Taruna Kota Cilegon kembali mencuat.

Ahmad Aflahul Aziz terpilih sebagai ketua dalam Temu Karya pada Senin (2/3/2026), setelah proses panjang yang sempat diambil alih oleh karateker Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT).

Dinamika tidak hanya terjadi saat pelaksanaan Temu Karya, tetapi juga pada perebutan legitimasi surat keputusan (SK) kepengurusan.

Sebelumnya, Edi Firmansyah terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cilegon melalui Temu Karya di D’Mangku Farm Mancak pada November 2025 lalu.

Edi kemudian dilantik oleh Walikota Cilegon, Robinsar pada Jumat (12/12/2025).

Edi mengantongi SK dari Wali Kota sebagai dasar legalitas kepengurusannya. Ia juga disebut mendapat dukungan dari Partai Golkar.

Di sisi lain, Aziz maju dengan dukungan PNKT dan Pengurus Karang Taruna Provinsi Banten yang baru yang secara kepartaian disebut linear dengan Partai Gerindra.

Aziz pun dijanjikan akan segera menerima SK dari PNKT.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Karateker Karang Taruna Kota Cilegon, Keni Novandri Saputra.

“Kemarin PPKT Banten ketuanya hadir, PNKT dihadiri oleh Waketum, SK akan segera diterbitkan oleh PNKT,” ucap Keni, Rabu (4/3/2026).

Keni menilai, kepala daerah seharusnya mengukuhkan pihak yang memiliki dasar administrasi organisasi yang jelas.

“Iya, siapa yang punya SK organisasi Karang Taruna, itulah yang harusnya dikukuhkan oleh kepala daerahnya,” jelas Keni.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma menegaskan pihaknya tidak akan mencampuri urusan internal organisasi.

“Kalau soal itu saya serahkan ke pak Wali, beliau yang punya hak untuk menentukan,” kata Lia, Selasa (3/3/2026).

Namun demikian, Dinas Sosial tetap membuka ruang fasilitasi apabila dibutuhkan demi keberlangsungan program kepemudaan.

“Saya tidak akan ikut campur urusan internal di Karang Taruna, tapi kami pasti fasilitasi,”tegasnya.

Dengan munculnya dua kubu yang sama-sama mengklaim legitimasi, publik kini menunggu keputusan resmi dari Walikota terkait pengukuhan kepengurusan Karang Taruna Kota Cilegon. (*/ARAS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien