Dugaan Murid Baru Diwajibkan Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Warganet Rujak SMAN 4 Cilegon
CILEGON โ Dugaan kebijakan pembelian paket seragam melalui koperasi sekolah di SMAN 4 Kota Cilegon menuai sorotan tajam dari sejumlah warganet.
Tuaian kritik dari warganet tersebut mencuat, pasca polemik sejumlah orang tua siswa baru mengeluhkan harga paket seragam yang dinilai tinggi dan terkesan diwajibkan tanpa opsi pembelian di luar sekolah, diunggah pada medsos @fakta_banten.
Sebelumnya, beberapa wali murid mengungkapkan keberatan mereka atas harga seragam yang mencapai sekitar Rp1.850.000 per paket, dengan rincian yang dinilai tidak sepadan.
โUntuk satu stel putih abu-abu dikenakan Rp340 ribu, seragam batik Rp415 ribu, pramuka Rp340 ribu, atasan muslim Rp240 ribu, ditambah perlengkapan lainnya. Semua harus dilunasi saat daftar ulang,โ ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Fenomena tersebut memicu gelombang kritik dari warganet, khususnya di platform TikTok dan Instagram akun @fakta_banten, yang menampilkan beragam komentar.
Akun TikTok @ade menulis:
“Ade gua dulu sekolah di sini (SMAN 4 Cilegon-Red), berhenti karena dibully. Wali kelas gak peduli. Giliran mau dibujuk balik sekolah, malah guru yang bolak-balik ke rumah. Sampai pembagian rapor pun masih ditagih uang kas, padahal sudah gak sekolah sebulan. Awal masuk diminta uang untuk pembuatan sumur,” dikutip Kamis (10/7/2025).
Sementara akun @macacih menyampaikan sindiran serupa “Aku juga udah bayar infak sumur (di SMAN 4 Cilegon-Red), tapi Alhamdulillah sampai sekarang sumurnya belum jadi-jadi.”
Keluhan terkait harga juga diungkapkan akun @rihia “Itu batik pakai bahan apa sampai Rp400 ribuan?”
Di Instagram, warganet juga melayangkan kritik dengan nada serupa.
Akun @abel mempertanyakan:
“Kalau ada siswa yang gak punya uang dan ingin beli atau dikasih alumni, tetap wajib beli di koperasi?”
Akun @bayan memberi masukan:
“Seragam sekolah mending beli masing-masing aja. Kalau batik dan olahraga wajarlah beli di koperasi.”
Menanggapi situasi ini, mayoritas warganet mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Gubernur Banten bertindak melalui singgungan gadang-gadang program andalan yakni sekolah Banten gratis. (*/Nandi)

