Gelaran LKTI Mengangkat Isu Revolusi Industri 4.0, Gus Pram: Kalau Tidak Mau Kalah dengan Robot, Menulislah!

CILEGON – Tingkat literasi Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara, berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Coperation and Development (OECD) pada 2019.

Berangkat dari keresahan tersebut, akedimisi Banten, Agus Pramono (Gus Pram), yang juga sebagai Dewan Pembina pelajar dan mahasiswa Ahlussunah Waljamaah Provinsi Banten, melalui salah satu organisasi nasional yang berada di Jakarta, menggagas kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional, dengan mengangkat isu Inovasi Produk Industri dan Inovasi Produk Masyarakat.

“Saya melihat kemampuan literasi pelajar dan mahasiswa di Banten, khususnya di Cilegon ini masih kurang digali, kurang di eksplore, sehingga ide ide kreatif tidak akan muncul kalau tidak digali, jadi perlu sebuah wadah yaitu LKTI ini yang bertujuan untuk melatih mindsite berfikir generasi putra putri seluruh Indonesia khususnya di Banten dan Cilegon,” kata Agus Pramono yang sering disapa akrab Gus Pram, kepada Fakta Banten, Minggu (5/9/2021).

Ia juga mengatakan literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan, dari enam literasi yang ada ia mengharapkan masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa, agar lebih terfokus pada literasi sains karena pada saat ini masyarakat sedang berada pada revolusi industri 4.0.

“Sekarang ini karena Era-nya revolusi 4.0, mau tidak mau anak muda harus belajar sains, ilmu pengetahuan dan teknologi, karena hampir 100% instrument rovulusi 4.0 ini akan menghadirkan produk baru, yaitu teknologi dan itu sangat ditunjang dengan sains ilmu pengetahuan. Kita bisa bayangkan, jika kita lemah diliterasi itu, kita akan tertinggal, anak anak muda yang nanti akan memiliki masa depan 10 atau 20 puluh tahun ke depan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 ini akan mengkhawatirkan jika mereka sangat tertinggal,” katanya.

Lanjutnya ia mengatakan ke depan tenaga kerja manusia akan tergantikan oleh mesin atau teknologi, salah satu contoh di bidang Manufaktur ada sebuah alat yaitu ediktif manufakturing yang bisa di kendalikan jarak jauh, lintas negara dan lintas benua. Kalau hal itu tidak dipelajari oleh anak anak muda, maka akan kalah dengan robot.

“Di beberapa Negara maju, tenaga mesin sudah digantikan oleh robot, kalau literasi sains dan teknologi tidak dipelajari dari sekarang, kita ke depan akan kalah dengan robot,” ujarnya.

Lanjutnya ia mengundang kepada seluruh masyarakat pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan LKTI ini untuk menyalurkan ide ide kreatif dan inovatif yang dapat membangun potensi daerah dan menyiapkan kualitas SDM untuk menghadapi perkembangan zaman di setiap masanya.

“Kalau animo pelajar dan mahasiswa bagus, kita ke depan akan buat jurnal dari hasil perlombaan ini, yang mana itu akan di petakan dalam cluster cluster sains tertentu, beberapa artikel sudah masuk terkait inovasil misalnya pemanfaatan limbah dengan teknologi baru dan juga ada digital marketing, dan banyak inovasi inovasi lain yang harus pelajar dan mahasiswa coba,” lanjutnya.

Perlombaan ini akan dinilai oleh mahasiswa S3 yang sedang mengenyam pendidikan di seluruh benua, dan untuk pemenang perlombaan akan diberikan mentoring untuk meraih beasiswa yang ada di lima benua.

Informasi terkait pendaftaran dapat menghubungi 0819-0649-7882 (Andra), pendaftaran tidak dikenakan biaya atau gratis bagi seluruh pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah Indonesia. (*/ihsan)

Demokrat
Royal Juli