Gotong Royong Serentak Warga Ciwaduk, Upaya Nyata Menuju Lingkungan Bebas Banjir
CILEGON– Semangat kebersamaan warga Kelurahan Ciwaduk kembali terlihat dalam kegiatan gotong royong serentak yang dilaksanakan sejak seminggu yang lalu termasuk hari ini, Jumat, (16/1/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini kerap terdampak genangan banjir, sebagai langkah cepat penanganan dan pencegahan banjir di lingkungan setempat.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif warga serta para ketua RT dan RW serta seluruh masyarakat yang secara sukarela terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kepada warga dan RT RW yang telah aktif peduli kepada lingkungannya,” kata Nurul kepada Fakta Banten.
Menurutnya, upaya mitigasi banjir di wilayah Ciwaduk telah dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan dan Pemerintah Kota Cilegon.
“Alhamdulillah, setelah upaya mitigasi banjir di wilayah Ciwaduk di bulan November dan Desember tahun 2025 oleh Walikota melalui DPUPR bersama DLH untuk normalisasi tandon BBS 3,” lanjutnya.
“Pembuatan main hole di Perumahan Pondok Kuring Cilegon (PKC), dan pembuatan drainase di Jalan Nakula, serta normalisasi Sungai Makam Balung, wilayah yang terdampak banjir dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Disisi lain kata Nurul, kegiatan gotong royong dilakukan secara bertahap di sejumlah titik rawan banjir.
“Kegiatan ini kita lakukan bertahap disejumlah titik banjir mulai dari pembersihan saluran air di depan tandon BBS 3 oleh warga RT 20 RW 09 Lingkungan BBS 3, dilanjutkan pembersihan saluran di Jalan Pepaya Lingkungan Pagebangan RT 05 RW 08,” lanjut dia.
“Hingga pada pagi hari ini di Jalan Nakula RW 05, tepatnya di pertigaan Jalan Piranha,” akunya.
Ia juga menyoroti kondisi saluran di Jalan Piranha yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan karena dinilai tidak berfungsi secara optimal.
“Fokus utama di saluran Jalan Piranha diketahui tidak berfungsi optimal. Banyaknya pipa dan kabel di bawah saluran menyebabkan aliran air tidak lancar dan berbelok ke arah Jalan Nakula. Kondisi tersebut disinyalir menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan banjir di wilayah Jalan Nakula,” jelasnya.
Tak hanya di titik-titik rawan banjir, Nurul menyebutkan bahwa lingkungan lain di Kelurahan Ciwaduk juga turut melaksanakan gotong royong pembersihan saluran air.
“Tidak hanya di titik banjir, namun di Kelurahan Ciwaduk juga turut menggelar gotong royong pembersihan saluran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi RT dan RW yang membahas langkah-langkah cepat dan konkret dalam penanganan serta pencegahan banjir.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi RT dan RW yang membahas langkah cepat dan konkret dalam penanganan serta pencegahan banjir di wilayah Ciwaduk,” katanya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Nurul menegaskan bahwa komitmen untuk mengatasi persoalan banjir akan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, RT RW, dan masyarakat.
“Namun kami bersama RT RT dan masyarakat terus berupaya melakukan mitigasi untuk mewujudkan Ciwaduk Bebas Banjir,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa pihak kelurahan masih terus menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk penanganan lanjutan di sejumlah titik rawan.
“Kami terus berkoordinasi dengan DPUPR untuk memperbaiki drainase dan saluran, yaitu di Jalan Pepaya dan Jalan Piranha,” pungkas Nurul.***

