Wisata Anyer

Hasil Uji Lab, Makanan di Kasus Keracunan MBG Al-Inayah Cilegon Terinfeksi Bakteri Berbahaya

CILEGON — Hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan program MBG di Pondok Pesantren Al-Inayah, Kecamatan Jerang, Kota Cilegon, menunjukkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya.

Temuan ini menguatkan dugaan awal terkait kasus gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pihak usai mengonsumsi makanan tersebut.

Kepastian adanya kontaminasi disampaikan dalam konferensi pers Satuan Tugas MBG Kota Cilegon yang digelar pada Rabu (6/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon memaparkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang sebelumnya dikirim untuk diperiksa.

Berdasarkan hasil tersebut, sampel makanan diketahui terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus, yang merupakan dua jenis bakteri patogen penyebab keracunan makanan.

“Hasil uji lab dari BBPOM itu, Sampel Bahan Baku (Bank Sampel), Sampel Repack dan Sampel Sisa Konsumsi terdeteksi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus dengan jumlah 5 koloni per gram,” ujar Ratih, Rabu (6/5/2026).

Dalam jurnal yang diterbitkan ITB, kedua bakteri ini dikenal sebagai patogen utama yang dapat memicu keracunan makanan dan infeksi serius pada manusia.

Bakteri Staphylococcus aureus umumnya ditemukan pada kulit dan hidung manusia serta dapat menghasilkan toksin berbahaya.

Sementara itu, Bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang banyak tersebar di tanah dan lingkungan.

Kedua bakteri tersebut diketahui dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, hingga diare pada individu yang mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari dugaan keracunan yang terjadi pada pertengahan April lalu.

Pemerintah Kota Cilegon melalui Satgas MBG kini terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber kontaminasi serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain itu, Dinkes juga mengimbau seluruh pihak terkait, termasuk penyedia makanan, untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan hingga distribusi makanan.(*/ARAS)

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien