Iklan Banner

Hingga Triwulan III 2025 Realisasi Investasi di Cilegon Senilai Rp 16,1 Triliun, DPMPTSP Klaim Capaian 95 Persen

Pandeglang Gerindra HUT

 

CILEGON – Capaian investasi di Kota Cilegon Triwulan III Tahun 2025 mencapai 95 persen dari target Rp. 17 Triliyun yang ditetapkan, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon, Hayati Nufus, pada Kamis (30/10/2025).

Hingga dan periode Januari–September 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp. 16,107 triliun atau sudah tercapai 95 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2025, target realisasi investasi ditetapkan sebesar Rp 17 triliun.

“Alhamdulillah untuk nilai investasi yang masuk pada triwulan ini kita tinggal 5 persen lagi,” ujar Hayati Nufus.

Realisasi investasi Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar Rp 6,24 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 2,02 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 4,21 triliun.

Berdasarkan hasil penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), terdapat 1.437 proyek yang disetujui, terdiri dari 370 proyek PMA dan 1.067 proyek PMDN menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Meski capaian tersebut cukup tinggi, Hayati mengakui masih ada beberapa hambatan yang memengaruhi kelancaran investasi di Cilegon. Salah satunya adalah kendala regulasi pada sistem Online Single Submission (OSS) yang masih dalam proses pembaruan.

“Tapi secara bertahap kita akan mendaftarkan kembali KBLI setelah tanggal 5, ada 33 KBLI yang dimasukkan ulang di OSS oleh BKPM,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, realisasi investasi Kota Cilegon Triwulan III Tahun 2025 menempati peringkat ke-2 se-Provinsi Banten setelah Kabupaten Tangerang.

Untuk rincian investasi, Cilegon menduduki peringkat pertama pada kategori Penanaman Modal Asing (PMA) dan peringkat kelima pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Agil HUT Gerindra

Sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan investasi di Kota Cilegon.

Dominasi sektor industri kimia dan farmasi menunjukkan potensi besar daerah ini sebagai kawasan industri strategis di Banten.

Lima sektor unggulan yang mendominasi investasi pada Triwulan III 2025 antara lain industri kimia dan farmasi dengan nilai Rp 3,797 triliun, industri logam dasar serta barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 329 miliar, industri makanan senilai Rp 48 miliar, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 10 miliar, serta industri lainnya dengan nilai Rp 9 miliar.

Dari sisi asal negara, Malaysia menjadi investor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 1,735 triliun. Posisi berikutnya ditempati Thailand dengan Rp 1,610 triliun, disusul Jepang sebesar Rp 351 miliar, Korea Selatan Rp 306 miliar, dan Inggris Rp 58 miliar.

Perusahaan besar juga berperan penting dalam menopang peningkatan investasi di Kota Cilegon. Beberapa perusahaan multinasional terus memperluas kegiatan industrinya di wilayah ini.

Lima perusahaan dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Triwulan III 2025 adalah PT Lotte Chemical Indonesia dengan nilai Rp 1,733 triliun, PT Chandra Asri Alkali Rp 1,610 triliun, PT Krakatau Posco Rp 299 miliar, PT Asahimas Chemical Rp 186 miliar, dan PT Nippon Shokubai Indonesia Rp 133 miliar.

Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi terbesar tercatat berasal dari PT Jemla Ferry dengan nilai Rp 487 miliar, disusul PT PLN Indonesia Power sebesar Rp 330 miliar, PT Selago Makmur Plantation Rp 251 miliar, PT Krakatau Steel Rp 104 miliar, dan PT Baria Bulk Terminal sebesar Rp 99 miliar.

Hayati menjelaskan, besarnya minat investor untuk menanamkan modal di Cilegon tidak lepas dari potensi strategis wilayah ini yang memiliki infrastruktur industri dan pelabuhan memadai. Kondisi tersebut menjadikan Cilegon sebagai kota yang menarik bagi penanaman modal baru.

Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kepastian hukum bagi para investor agar proses investasi berjalan lancar dan efisien. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Cilegon.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif, DPMPTSP memastikan akan terus mengawal seluruh proses administrasi dan perizinan investasi agar para investor merasa aman dan nyaman.

“Pasti akan kami kawal. Secara proses dan administrasi, kami ingin investor merasa nyaman dan terus menanam modal di Cilegon,” pungkasnya. (*/ARAS)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien