HUT RI ke-81 di Al-Khairiyah Cilegon Jadi Momentum Teladani Perjuangan KH Syam’un
CILEGON — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampus Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, Senin (17/8/2026), berlangsung semarak.
Ribuan peserta dari 12 lembaga pendidikan di bawah naungan Al-Khairiyah mengikuti upacara kemerdekaan dan pawai kebangsaan.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) serta pembukaan Ta’aruf atau orientasi mahasiswa baru Universitas Al-Khairiyah (Unival) dan Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL).
Sekjen Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, H. Ahmad Munji, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan pendiri Al-Khairiyah, Brigjen KH Syam’un, yang dikenal sebagai ulama pejuang dan pahlawan nasional asal Banten.
“Ketika kita memperingati kemerdekaan Indonesia, sesungguhnya kita juga sedang mengenang perjuangan Brigjen KH Syam’un. Beliau tidak hanya mendirikan Al-Khairiyah sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga turun langsung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa,” ujar Ahmad Munji.
Menurutnya, KH Syam’un mampu memadukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan perjuangan dalam membela bangsa.
Karena itu, generasi muda Al-Khairiyah dinilai memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut melalui pendidikan, integritas, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Jika dahulu KH Syam’un dan para pejuang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini harus mengangkat ilmu pengetahuan, integritas, dan akhlak mulia untuk menjaga kemerdekaan. Tantangan boleh berubah, tetapi semangat juangnya tidak boleh pudar,” tegasnya.
Upacara diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, siswa, dan unsur yayasan. Setelah upacara, pawai kemerdekaan digelar sebagai simbol persatuan keluarga besar Al-Khairiyah sekaligus penguatan nilai kebangsaan dan keislaman.
Peringatan HUT RI ke-81 tersebut menjadi pengingat bagi keluarga besar Al-Khairiyah bahwa semangat perjuangan KH Syam’un perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Melalui pendidikan dan pengabdian, generasi penerus diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga menjunjung patriotisme, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

