Ikon Tata Kota Baru Siap Hadir, DPUPR Cilegon Kebut Tiga Proyek Strategis Hingga Akhir Tahun 2025
CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon tengah mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Sedikitnya tiga proyek utama disebut akan menjadi wajah baru penataan Kota Cilegon, sekaligus menjawab persoalan akses dan kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cilegon, Tophan Dwi Ranggayudha, mengatakan proyek prioritas tersebut meliputi penataan simpang landmark, pembangunan akses Cilegon Timur, serta peningkatan kualitas jalan utama kota, termasuk betonisasi Jalan Imam Bonjol.
“Yang utama ada tiga. Pertama penataan simpang landmark, kedua akses Cilegon Timur, dan ketiga jalan utama. Mudah-mudahan seluruhnya dapat diselesaikan pada akhir Desember ini,” ujar Tophan di Cilegon, Kamis (18/12/2025).
Menurut dia, proyek simpang landmark dan akses Cilegon Timur tidak hanya berfungsi sebagai sarana lalu lintas, tetapi juga dirancang sebagai ikon baru penataan kota yang merepresentasikan wajah Cilegon ke depan.
Sementara itu, betonisasi Jalan Imam Bonjol dinilai menjadi solusi konkret atas persoalan jalan rusak yang kerap dikeluhkan warga.
Peningkatan kualitas jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan pendidikan dan permukiman.
“Di sepanjang jalur itu terdapat SMP Negeri 5, SMP swasta, SD, serta kawasan perumahan pelajar. Harapannya akses menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman,” katanya.
Pekerjaan Jalan Imam Bonjol mencakup ruas alam tepatnya Kecamatan Kali Timbang, dengan panjang sekitar satu kilometer dan lebar jalan lima meter yang terdiri atas dua lajur.
Proyek tersebut juga dilengkapi pembangunan trotoar selebar 2,4 meter di satu sisi dan 1,6 meter di sisi lainnya. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp2 miliar.
Adapun kawasan simpang landmark yang tengah dibangun memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi.
Area tersebut diharapkan menjadi ruang publik sekaligus titik estetika baru bagi Kota Cilegon sebagai kota industri.
Tophan juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga hasil pembangunan yang sedang dikebut oleh pemerintah daerah.
“Jika simpang landmark sudah selesai, kami berharap masyarakat ikut menjaga, tidak merusak, dan merawatnya bersama. Untuk Jalan Imam Bonjol, mohon bersabar karena masih dalam proses pengeringan agar kualitas hasilnya benar-benar optimal,” ujarnya.***

