Dinkes Kota Serang HPN

IMC Tuding Management RSUD Cilegon Bobrok, Peran Dewas Dipertanyakan?

DPRD Kota Serang HPN

 

CILEGON – Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Arifin Solehudin menuding management RSUD selama ini berjalan buruk setelah sebelumnya ia menyuarakan ihwal SDM di lingkungan RSUD perlu di evaluasi.

Pasalnya, banyak persoalan terjadi dalam tubuh management RSUD yang membuat tanya banyak pihak termasuk IMC.

Selain tertutup dalam hal informasi, banyak hal aneh yang dilakukan management seperti pembiaran aset CT Scan yang pernah dibeli bernilai miliaran rupiah bersumber dari dana APBD yang dibiarkan begitu saja terkesan tidak ingin memperbaiki.

“Dengan mudahnya CT Scan yang lama dibiarkan mangkrak dan sekarang ngotot mengajukan pengadaan kembali dengan memanfaatkan DAK Kementerian Kesehatan, meskipun proses pengajuannya sudah lewat tahun anggaran dan akan melewati tahun anggaran ke dua,” kata Arifin, Kamis, (3/8/2023).

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Lebih lanjut Ketum IMC ini mengatakan, muncul kabar terbaru dari media bahwa unit darah sempat tidak beroperasi selama sekitar sebulan lantaran persoalan perizinan yang mengakibatkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan dengan sangat terpaksa berpindah ke rumah sakit swasta.

Karena itu IMC menanyakan peran Dewan Pengawas (dewas) dalam organ RSUD Cilegon.

“Ironisnya lagi, ada pengadaan yang dilakukan pihak RSUD dengan nilainya di atas Rp200 juta tanpa melalui tender yang patut diduga dilakukan dengan sengaja atau memiliki unsur niat,” tegas Ketua Umum IMC.

Oleh sebab itu, IMC mewarning, dewan pengawas RSUD, inspektorat dan pihak yang bertanggung jawab segera menjawab isu-isu negatif yang berkembang saat ini.

Jika tidak merespon dan melakukan pembiaran, maka Ikatan Mahasiswa Cilegon sebagai agent of control akan bersikap dengan caranya sendiri dan mengepung kantor pihak-pihak yang semestinya bertanggungjawab. (*/Wan)

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien