Jadi Penyebab Banjir, BEM Banten Bersatu Bersama Pemkot Cilegon Sidak Tambang Dan Industri

 

CILEGON-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu bersama jajaran Pemkot Cilegon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat lokasi tambang serta kawasan industri Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Sidak ini dilakukan sebagai respons atas dugaan kerusakan lingkungan dan persoalan drainase aliran air yang berdampak langsung terhadap meningkatnya risiko banjir di Kota Cilegon.

Dalam sidak, ditemukan sejumlah indikasi pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai ketentuan, khususnya pada sistem drainase dan aliran air yang tertutup, menyempit, bahkan terputus akibat aktivitas pertambangan dan industri.

Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto mengatakan, kondisi ini memperparah genangan dan banjir saat intensitas hujan tinggi.

“Kami menilai ada kelalaian serius dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait drainase aliran air. Aktivitas tambang dan industri tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi segelintir pihak,” tegasnya, Selasa (20/1/2026).

Maka dari itu, pihaknya mendesak agar mengevaluasi menyeluruh dan transparan terhadap izin operasional tambang dan industri yang disidak.

Lalu melaksanakan penertiban dan penegakan hukum tegas bagi pelaku usaha yang melanggar aturan lingkungan, normalisasi dan perbaikan drainase aliran air yang terdampak aktivitas pertambangan dan industri.

“Proses ini harus melibatkan publik dan akademisi dalam pengawasan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Terakhir, ia meminta kepada Pemprov Banten untuk melakukan pemberhentian aktivitas tambang, terutama di musim hujan yang akan mengakibatkan banjir di beberapa jumlah wilayah.

“Sidak ini bukan akhir, melainkan awal dari pengawasan berkelanjutan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat Kota Cilegon,” tutupnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien