Jutaan Batang Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Diamankan Lanal Banten
CILEGON – Jutaan Batang Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai yang sesuai diamankan oleh Tim Patroli yang terdiri dari petugas TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten, pada Sabtu (11/3/2023).
Untuk diketahui, rokok yang bermerek Link Gold itu berasal dari Jawa Timur dan akan dikirimkan ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan ASDP Dermaga Merak, Banten.
Namun hal itu digagalkan oleh tim patroli gabungan yang terdiri dari Satgas Intel, POMAL dan beberapa satuan lain yang tengah melakukan patroli rutin 24 jam menjelang bulan Ramadhan.
Komandan Lanal (Danlanal) Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin mengatakan, rokok tersebut diamankan lantaran ada cukai yang tidak sesuai.
Alhasil, sekitar 2,6 Juta batang rokok diselidiki kemudian diamankan oleh pihak Lanal Banten.
“Kalau dinominal rupiah nilai duga barangnya kalau satu batangnya 1000 mungkin sekitar Rp2,6 milyar. Awalnya kita amankan terus diselidiki setelah lebih lanjut, diduga ada cukai yang tidak sesuai,” pungkas Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin pada saat konferensi pers di Lanal Banten, Merak, Sabtu (11/3/2023) sore.
Jutaan Batang rokok yang sudah diamankan tersebut dijelaskan akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak Bea Cukai. Dan pihak Lanal Banten juga hanya mengamankan barang atau rokok dan tidak mengamankan supir kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut jutaan rokok ilegal itu.
“Kami mengamankan, kemudian lebih lanjutnya untuk pelaksanakan pendalaman itu penyelidikan kami serahkan kepada bea cukai. Kami hanya mengamankan barang saja, kalah orang tidak ada,” pungkasnya.
Selain itu, Dedi menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada di momen-momen menjelang bulan suci ramadhan. Kejahatan non tradisional seperti penyelundupan rokok ilegal akan marak terjadi kedepan.
“Harus kita waspadai menjelang ramadhan, kalau kita menyebutnya ada seperti kejahatan non tradisional, seperti uang palsu kemarin kita amankan, dan juga narkoba. Itu yang kita waspadai dan kita laksanakan patroli rutin 24 jam,” tutup Dedi. (*/Red)
