Kabid Pariwisata Cilegon Sesalkan Dugaan Praktik Prostitusi Online di Hotel Kalyana Mitta, Sebut Ciderai Citra Kota Santri dan Industri

CILEGON – Kepala Bidang Pariwisata Kota Cilegon, Wawan Ihwani, menyoroti dugaan praktik prostitusi daring (online) di salah satu hotel Kalyana Mitta.

Ia menilai kejadian tersebut telah mencederai citra Kota Cilegon yang dikenal sebagai kota santri sekaligus kota industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Wawan menyusul pengungkapan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten, melalui Subdirektorat IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pada Jumat malam, 13 Juni 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di Hotel Kalyana Mitta, yang beralamat di Jalan Raya Cilegon No. 50, Kota Cilegon, aparat menemukan delapan perempuan yang diduga dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) secara online.

“Apabila saat ini terjadi adanya transaksi prostitusi di hotel di Cilegon, hal ini menjadi perhatian bersama. Kami dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sangat menyayangkan kejadian ini, karena mencederai nama luhur kota Cilegon sebagai kota santri dan industri,” ujar Wawan, Selasa (24/6/2025).

Ia menambahkan, pihaknya sangat prihatin dengan praktik prostitusi yang memanfaatkan fasilitas hotel dan aplikasi digital seperti Michat.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami juga menyayangkan adanya oknum, dalam hal ini muncikari, yang memanfaatkan hotel di Kota Cilegon untuk praktik prostitusi melalui aplikasi,” tegasnya.

Wawan menyebut bahwa Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon, Joni, telah menegaskan kepada seluruh anggota manajemen hotel agar tidak menjual minuman keras dan tidak menjadikan hotel sebagai tempat transaksi prostitusi dalam bentuk apa pun.

“Ketua PHRI sudah menegaskan agar hotel-hotel di Cilegon tidak menjual minuman keras dan tidak digunakan untuk kegiatan prostitusi dengan alasan apa pun,” lanjutnya.

Wawan juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperkuat nilai-nilai agama dalam keluarga sebagai benteng moral.

“Saya mengimbau masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai agama. Kepada para orang tua, tanamkan pendidikan agama sejak dini kepada anak-anak, karena itulah benteng utama dalam menjalani kehidupan yang bermoral,” tutupnya. (*/Nandi).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien