Karakter Anak Sejak Dini, Istri Wakil Walikota Cilegon Raras Soroti Peran Orang Tua sebagai Role Model

CILEGON – Istri Wakil Wali Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasti atau akrab disapa Raras menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan ketangguhan anak sejak usia dini.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada lingkungan bermain atau pendidikan formal, melainkan harus dimulai dari rumah, terutama dengan memberi contoh nyata kepada anak.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Hari Anak Nasional di Kota Cilegon, Rabu (23/7/2025), menurutnya anak menjadi peniru dan memperhatikan hal-hal di lingkungannya.
“Yang bisa dilihat oleh anak, tidak hanya dari temen bermain tapi yang dilihat dari orangtuanya,” ujar Nur Kusuma.
Ia menegaskan bahwa anak-anak zaman sekarang harus dibentuk menjadi pribadi yang tangguh agar siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Menurutnya, proses ini tidak bisa dimulai ketika anak telah remaja, tetapi harus ditanamkan sejak mereka masih kecil.
“Anak-anak sekarang itu harus tangguh, itu harus dimulai sejak kecil, sejak dini, mulai melihat role model dari orang tua,” ungkapnya.

Sebagai contoh nyata, Nur Kusuma menceritakan kebiasaan orang tuanya yang secara konsisten menunjukkan kedisiplinan sejak pagi hari.
Pola hidup yang disiplin itu, menurutnya, menjadi pembelajaran penting bagi dirinya dan bisa diteladani anak-anak masa kini jika orang tua juga mampu menjadi contoh.
“Ibu saya bangun pagi sudah sholat subuh, kemudian ayah saya bangun kemudian berangkat kerja, mereka lihat itu disiplin waktu,” tuturnya.
Tak hanya disiplin, ia juga menyoroti pentingnya membentuk karakter anak yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri.
Kemampuan problem solving dianggapnya sebagai bekal utama agar anak mampu beradaptasi dalam berbagai situasi kehidupan.
“Karakter anak yang paling penting juga problem solving, bagaimana anak bisa memecahkan masalah dengan baik dimulai dari kritis,” jelasnya.
Ia menyarankan agar orang tua mulai mengurangi kebiasaan mendikte anak, dan lebih mendorong anak untuk berpikir melalui pendekatan dialog. Menurutnya, pendekatan tersebut akan melatih pola pikir kritis dan meningkatkan kepercayaan diri anak.
“Lebih kurangi mendikte, lebih banyak bertanya agar membuat anak lebih kritis,” tandasnya. (*/ARAS)


