CILEGON – Aktivitas flaring atau pembakaran gas dari cerobong api PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) menyisakan keluhan warga sekitar, khususnya di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Diketahui, pada Kamis (14/8/2025) kemarin, warga mengungkapkan api dari cerobong flaring perusahaan itu sempat membesar dan mengeluarkan asap hitam pekat yang dinilai mengganggu kenyamanan serta menimbulkan keresahan masyarakat.
Warga mengungkapkan aktivitas flaring masih kerap terjadi, bahkan bukan hanya pada pekan ini tetapi sudah berminggu-minggu.
Meskipun intensitas api dan asapnya berbeda-beda setiap momen flaring.
Meski kerap terjadi, warga mengaku sejak awal mulai produksi dan kerap terjadi flaring hingga kini pihak manajemen PT LCI tidak pernah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat sekitar terkait aktivitas flaring tersebut.
Perusahaan hanya memberikan surat pemberitahuan kepada kelurahan, yang kemudian diteruskan ke tingkat RT dan RW.
“Selama adanya flaring kami merasakan ketidaknyamanan. Sosialisasi yang dilakukan manajemen Lotte pun hanya sebatas pemberitahuan ke camat dan lurah,” kata salah seorang warga, Didi saat ditemui, Minggu (17/8/2025).

Didi yang juga menjabat Sekretaris RT mengaku tidak mengetahui adanya perpanjangan aktivitas flaring seperti yang diklaim oleh perusahaan sebelumnya.
“Tiba-tiba muncul asap hitam pekat. (Akhirnya-Red) Masyarakat bertanya-tanya, apakah ini berbahaya atau tidak. Kalau membahayakan, Lotte seharusnya menyediakan layanan kesehatan 24 jam bagi warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi bahaya bagi kesehatan terutama penyakit pernapasan seperti ISPA sangat mungkin terjadi akibat paparan asap pekat tersebut.
“Masyarakat hanya ingin diperhatikan, terutama dalam hal kesehatan ini tidak ada. Jangan sampai dampaknya ditutup dengan sekadar bantuan beras atau mie instan,” katanya.
Lebih lanjut, dia menilai keberadaan perusahaan raksasa kimia itu tidak memberikan dampak positif signifikan bagi lingkungan sekitar.
“Sejak adanya flaring, RT 03 dan RT 05 di lingkungan Makam Maja tidak pernah mendapat bantuan apapun. Kalau pun ada, masyarakat berharap bukan bantuan konvensional sesaat, tapi yang berkelanjutan dan bermanfaat,” ungkapnya.
“Artinya peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah sekitar,” sambungnya.
Sementara hingga berita ini ditayangkan, Fakta Banten masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen PT Lotte Chemical Indonesia. (*/Nandi)

