Iklan Banner

Ketum PB Al-Khairiyah Dukung Kebijakan Dedi Mulyadi Didik Siswa Nakal ala Militer

 

CILEGON – Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, H. Ali Mujahidin atau yang akrab disapa H. Mumu, menyatakan setuju terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendidik siswa bermasalah dengan pendekatan disiplin ala militer, yakni melalui pembinaan di barak.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai sebagai langkah positif untuk membentuk mental dan kedisiplinan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan aturan sekolah.

“Saya setuju. Bahkan kalau bisa, saya minta Gubernur dan Wali Kota juga menerapkan hal yang sama. Kalau memang itu baik, kenapa tidak?” ujar H. Mumu, usai acara peringatan 100 Tahun Al-Khariyah, Senin (5/5/2025).

Ia menilai bahwa para siswa yang disebut ‘nakal’ sejatinya adalah anak-anak yang belum sepenuhnya memahami nilai ketertiban, serta masih mudah terpengaruh oleh lingkungan luar.

Agil HUT Gerindra

“Ini bukan soal anak nakal, tapi anak yang belum bisa tertib. Mereka perlu dibentuk mentalnya, agar bisa lebih menghargai orang tua dan aturan yang ada,” tegasnya.

Menurut H. Mumu, pembinaan dengan pendekatan militer bukan berarti bentuk hukuman semata, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter.

“Tujuannya baik, untuk menanamkan rasa hormat, kedisiplinan, dan membentuk sikap tanggung jawab. Tidak ada yang salah dengan itu,” imbuhnya.

Sekedar informasi, peringatan 100 tahun berdirinya organisasi Al-Khairiyah berlangsung khidmat dan sederhana, dipusatkan di Gedung Serbaguna Al-Khairiyah, Cilegon.

Momentum peringatan seabad itu juga menjadi refleksi perjuangan Al-Khairiyah dalam dunia pendidikan dan dakwah di Indonesia.(*/Nandi)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien