Khitanan Massal di Masjid Agung Cilegon Jadi Lonceng Ingatkan Pemerintah Terus Konsisten Hadirkan Kegiatan Sosial

CILEGON – Sejumlah anak warga di Kota Cilegon mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar Pengurus Masjid Agung Nurul Ikhlas dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, Jumat (26/9/2025).
Di balik rasa syukur dan ucapan terima kasih, para orang tua berharap agar pemerintah kota konsisten menghadirkan program-program sosial yang langsung menyentuh masyarakat kecil.
“Semoga acara seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar warga Cilegon, saat ditemui di lokasi.
Hal yang sama diungkapkan orang tua peserta lainnya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program sosial agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Maulid Nabi di Masjid Agung, Deden Rusmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial.

Menurutnya, pihak panitia juga berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Masjid Agung dan Islamic Center Cilegon (ICC) yang selama ini dinilai kurang optimal dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan keislaman.
“Selama ini Islamic Center dan Masjid Agung seakan sepi. Padahal tempat ini adalah pusat kegiatan Islam. Melalui rangkaian acara Maulid, kami ingin membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk menjadikannya pusat aktivitas,” kata Deden.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Maulid Nabi tahun ini dimulai dengan sunatan massal, dilanjutkan dengan tabligh akbar pada Minggu (28/9) sore, serta lomba marawis hingga malam puncak.
Lebih lanjut, Deden mengungkapkan bahwa jumlah peserta sunatan massal melebihi kuota awal.
“Total pendaftar dari Baznas ada 130 anak. Tapi dalam perjalanan, ada tambahan sekitar 20 anak lagi. Jadi ada 15 yang belum masuk data resmi. Panitia tidak mungkin menolak mereka. Kami berkomunikasi dengan tim medis agar semuanya tetap bisa difasilitasi,” jelasnya.
Deden berharap ke depan kegiatan sosial seperti ini bisa dijadikan agenda tahunan, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara masjid, pemerintah, dan masyarakat.
“Kalau kegiatan ini konsisten, tentu bisa membantu meringankan beban masyarakat. Apalagi saat ini kondisi ekonomi warga juga sedang berat. Harapannya, pemerintah daerah ikut hadir dan mendukung agar manfaatnya lebih besar,” tandasnya.(*/Nandi).


