Kunjungi Bawaslu, PAN Cilegon Serius Jadi Lokomotif Perubahan di Pilkada

CILEGON – Partai Amanat Nasional (PAN) akui serius akan menjadi lokomotif perubahan dalam menghadapi Pilkada Cilegon 2020 ini. Hal tersebut terungkap saat jajaran pengurus DPD PAN Cilegon mengunjungi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon, untuk konsultasi terkait regulasi pengawasan, dan bentuk pelanggaran pada pencalonan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Desember 2020 mendatang.
“Kita hari ini kegiatan silaturrahmi dengan Bawaslu terkait dengan silaturrahmi, dan konsultasi. Terkait dengan persiapan menyambut Pilkada maka sedini mungkin kami ingin tau prosedur pencalonan,” tutur Wakil Ketua I DPD PAN Cilegon Syaefullah Asas, Rabu (17/06/2020).
Selain itu, Syaefullah menuturkan pada momen Pilkada 2020, PAN serius untuk mencalonkan Paslon yang telah dipersiapkan. Selain itu, ia juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terkait kelancaran pencalonan.
“Secara umum silaturahmi hari ini, tentang aturan yang terkait pengawasan, dan mengetahui bentuk pelanggaran seperti apa. Lebih fokus pada kapasitas Bawaslu pada Pilkada,” tuturnya, di kantor Bawaslu Cilegon.
Selain itu, Ketua Bawaslu Cilegon Siswandi menuturkan, silaturahmi dari DPD PAN ia terima dengan baik, mengingat PAN telah mengajukan untuk pertemuan tersebut.

“Artinya ini ada niat baik, untuk tau tentang kepemilihan saat ini. Terutama regulasi terbaru,” tutur Siswandi.
Sementara terkait pengawasan ditengah Pandemi, Siswandi menjelaskan akan disesuaikan dengan aturan yang akan keluar, namun secara normatif Bawaslu melakukan sesuai dengan protokol yang ada.
“Terutama kami melihat apa di daerah tersebut ada pasien terjangkit, atau tidak. Seperti verfak bila di daerah terjangkit akan kami perhitungkan karena harus tatap muka,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) PAN Kota Cilegon Haji Rosyid Haerudin menuturkan, bila ada beberapa perubah seperti kampanye secara daring PAN siap melaksanakan aturan tersebut.
“Kalau itu merupakan sebuah aturan yang telah ditetapkan, pada prinsipnya kami siap saja melaksanakan dan mengikuti. Karena memang kondisi saat ini dalam keadaan masih berlangsungnya pendemi covid-19,” tutur Haji Rosyid. (*/A.Laksono)


