Liburan Sekolah, MUI Imbau Wisatawan Beri Dampak Positif di Cilegon
CILEGON – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon, Sutisna Abas, mengimbau agar para wisatawan dan pengunjung yang datang ke wilayah Cilegon membawa dampak positif, khususnya di masa libur sekolah.
Menurut Sutisna, liburan panjang harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang membangun karakter generasi muda.
Ia menekankan pentingnya menjaga budaya lokal dari pengaruh negatif yang mungkin dibawa oleh wisatawan.
“Anak-anak generasi muda Cilegon jangan sampai terkontaminasi dari segi kebiasaan dan budaya,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).
Sutisna mencontohkan, destinasi wisata pantai kerap menjadi tempat yang rentan terhadap perilaku bebas.
Meskipun tidak melarang kunjungan wisatawan, ia berharap ada kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai lokal.
“Wisatawan di pantai itu kadang terlalu bebas. Kita bukan bermaksud melarang, tapi sebisa mungkin tetap dalam koridor yang pantas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar instansi pemerintah dan lembaga terkait turut berperan dalam menjaga ketertiban dan budaya lokal di kawasan wisata.
“Kita dari MUI juga bisa turun langsung ke pantai, memastikan bahwa aktivitas di sana masih dalam batas koridor norma. Penguatan nilai-nilai lokal harus dijaga bersama,” tambahnya.
Sutisna menegaskan pentingnya memberi contoh baik kepada generasi muda agar tidak terjadi degradasi moral dan budaya akibat pengaruh luar.
“Jangan sampai kebebasan dimaknai sebagai bebas tanpa batas. Generasi kita butuh contoh positif, karena budaya adalah identitas,” ucapnya.
Ia juga menyinggung bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata harus sejalan dengan peningkatan kualitas nilai-nilai kehidupan masyarakat.
“Kalau PAD meningkat, nilai-nilai sosial dan budaya juga harus ikut ditingkatkan,” pungkasnya.(*/Nandi).
