Listrik Jadi Biang Dominan Kebakaran, Damkar Cilegon Ingatkan Warga Waspada
CILEGON – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon mencatat, kasus kebakaran akibat korsleting listrik masih mendominasi peristiwa kebakaran di wilayah setempat.
Kasi Operasi Damkar Kota Cilegon, Ashru Robi Khan, mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam pemasangan instalasi listrik maupun penggunaan peralatan elektronik, baik di rumah maupun tempat usaha.
Menurutnya, kesalahan yang paling sering terjadi yakni pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai standar operasional (SOP).
Banyak warga, kata dia, menggunakan kabel dengan kualitas rendah atau memasang kabel sembarangan tanpa memperhatikan kapasitas arus listrik.
“Kadang pemilik rumah meninggalkan instalasi listrik tanpa pengawasan. Ditambah faktor cuaca panas-dingin yang memicu panas berlebihan hingga berujung konsleting,” jelasnya, Rabu (1/10/2025).

Selain korsleting listrik, Damkar Cilegon juga mencatat insiden kebakaran yang dipicu tabung gas. Salah satunya terjadi di sebuah warteg kawasan Temu Putih.
“Untungnya saat itu tidak sampai menimbulkan percikan api besar karena segera dilakukan antisipasi,” katanya.
Berdasarkan data Damkar, pada periode Mei hingga September 2025, tercatat sedikitnya dua kebakaran besar akibat korsleting listrik.
Salah satunya insiden di Pelabuhan Merak yang menimbulkan kerugian cukup besar.
“Kerugian materil mencakup kantor, sepeda motor, paket kiriman, hingga mobil ekspedisi yang hangus terbakar,” terangnya.
Ashru menegaskan, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak abai terhadap aspek keselamatan.
“Gunakan kabel standar SNI, hindari beban berlebih, dan jangan meninggalkan peralatan listrik dalam keadaan menyala. Kesadaran ini penting agar musibah kebakaran bisa dicegah,” pungkasnya.(*/Nandi).

