
CILEGON – Belum terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan merata di Kota Cilegon, membuat Imam Ruhaedi pemuda asal Lingkungan Gelereng, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, memutuskan maju sebagai calon legislatif (caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
Imam adalah pemuda yang aktif di berbagai organisasi dan masyarakat, yang sehari-harinya diisi untuk mengembangkan potensi yang ada di kalangan pemuda dan masyarakat.
Putera pertama dari pasangan H. Sufendi Satim dan Hj. Umyati ini, diketahui gemar melakukan kegiatan pengajian di lingkungannya, sebagai salah satu bentuk usaha dalam memberikan pemahaman kepada pemuda agar selalu bersikap positif dan memiliki benteng supaya tidak terjerat oleh kesenangan duniawi semata. Melalui hal tersebut dirinya menekankan tentang pentingnya pendidikan agama, di tengah-tengah hidup bermasyarakat dan berorganisasi.
Selain aktif menggelar pengajian rutin setiap Selasa malam Rabu di Majlis Al-Faizin Lingkungan Gelereng, Imam selaku pengurus dan penggerak di Masjid Al-Faizin juga aktif menggelar kegiatan Marhabanan setiap malam Jum’at dan Delailan setiap malam minggu.
Kesehariannya sebagai pengusaha muda, tidak menjadikan dirinya jumawa dan besar kepala. Di kalangan masyarakat sekitar, Imam justru dikenal sebagai sosok sederhana yang kerap merangkul pemuda dan masyarakat di lingkungannya untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif dan konstruktif.
Pengurus dari Perguruan Sinar Cimande Girang ini memiliki itikad untuk melestarikan adat dan kebudayaan tradisional lewat Pencak Silat.
Selain Pencak Silat, dirinya juga aktif di bidang olahraga Volley Ball.
Selain hobi, keaktifannya di Volley Ball yang merupakan bidang olahraga yang mengutamakan kerjasama tim ini, dijadikannya sebagai media dalam menjalin silaturahmi dengan masyarakat dan melatih kekompakan pemuda agar bisa lebih maju juga dapat menciptakan bibit-bibit baru di bidang olahraga Volley.


Dengan motto hidup ‘Menjadi Lebih Baik Kedepan Dengan Mementingkan Adat, Tradisi, dan Agama’, Imam berharap bisa terus mempererat silaturahmi antar masyarakat, terutama dalam menolong dan membantu sesama. Berbagai kegiatan telah ia inisiasi agar adat dan kebudayaan tersebut tak luntur seiring perkembangan zaman.
Sebagai Pengusaha Muda, pria kelahiran Randakari, 12 Agustus 1987 ini senantiasa memotivasi para pemuda dan pemudi untuk berani membangun perekonomian secara mandiri dengan terus mengembangkan ekonomi kreatif.
Sadar bahwa Pemerintah tak bisa bekerja sendiri dalam membangun, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Randakari ini juga sangat konsen untuk membantu mengentaskan pengangguran di wilayahnya dengan cara berdisuksi dan mengajak tokoh masyarakat, pemuda dan berbagai organisasi untuk bersama-sama memberikan sumbangsih untuk suksesnya pembangunan di Kota Cilegon, khususnya di Kecamatan Ciwandan.
Sedikitnya, sudah ada beberapa pemuda di lingkungannya yang ia bantu untuk bisa masuk dan bekerja di Industri yang ada di Kota Cilegon.
Sadar perjuangan tersebut bukanlah sebuah tugas yang mudah, dirinya terdorong untuk maju sebagai Calon Legislatif dari Partai Gerindra agar mampu berjuang lebih maksimal lagi dalam hal mengentaskan angka pengangguran.
Baginya, pemuda harus berpolitik untuk mendorong agar kekuasaan berpihak kepada mereka yang lemah. Menurutnya, pemuda selalu memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
“Saat ini, keadaan bangsa kembali memanggil para pemuda untuk mengambil peran dalam membangun bangsa ini. Pemuda harus berpolitik untuk mendorong agar kekuasaan berpihak kepada mereka yang lemah. Sejauh ini, dengan segala kemampuan yang saya miliki belum cukup untuk bisa memenuhi keinginan pemuda dan masyarakat. Maka dari itu, atas dasar kepedulian dan keinginan untuk bisa menolong sesama dan bermanfaat bagi masyarakat, saya memutuskan untuk maju dalam Pileg 2019 dari Dapil Ciwandan-Citangkil,” cetusnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/7/2018).
Saat ini, dengan bekal yang ia dapatkan dari kedua orangtuanya, Imam sudah memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang labour supply, yakni PT Bina Karya Mulia.
Selain aktif dalam kegiatan pemuda dan masyarakat di lingkungannya, Imam juga dipercaya menjadi Ketua Organisasi Pemuda Gelereng (OPG) yang aktif melakukan berbagai macam kegiatan sosial dan diskusi mengenai keberlangsungan kemajuan dan perkembangan masyarakat di lingkungan Gelereng.
“Keinginan saya untuk maju juga bukan semata-mata atas kehendak pribadi, bukan untuk sekedar mencari keuntungan atau membela kepentingan pribadi, namun karena adanya dorongan dari pemuda dan tokoh masyarakat di lingkungan Gelereng agar dapat memperjuangkan hak pemuda dan masyarakat dalam menikmati kemajuan dan pembangunan yang ada saat ini,” tutupnya. (*/Red)


