Dinkes Kota Serang HPN

Mengurai Kemacetan Simpang Tiga Gerem Cilegon Butuh Jalan Lingkar Utara

DPRD Kab Serang HPN

 

CILEGON – Simpang Tiga Gerem, yang menjadi simpul pertemuan arus lalu-lintas padat Kota Cilegon, saban hari dihantui antrean kendaraan yang seolah tak berujung.

Pada jam sibuk, pagi maupun sore, deru mesin berpadu klakson menciptakan kebisingan yang telah akrab di telinga warga.

Dari arah timur, Jalan Nasional III itu menyalurkan arus menuju Kecamatan Grogol dan pusat kota.

Dari barat, kendaraan mengalir ke wilayah Gerem, sementara dari selatan jalur bercabang menuju Tol Merak–Jakarta di sisi kanan dan jalan alternatif Tol Merak Atas tepatnya menuju Pelabuhan Merak di sisi kiri. Semuanya tumpah-ruah di ruas yang kian sempit.

Bukan hanya kendaraan pribadi, simpang ini juga menjadi urat nadi transportasi industri baja, distribusi logistik, hingga arus penumpang kapal penyeberangan.

Truk kontainer, bus antarprovinsi, mobil bak terbuka, hingga sepeda motor pekerja harian berpacu merebut ruang, membentuk titik kemacetan yang nyaris tak pernah jeda.

Pemkot Wacanakan Jalan Lingkar Utara

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali menghidupkan rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) yang diyakini dapat menjadi solusi permanen.

“Prinsipnya apa yang kami lakukan demi kemaslahatan masyarakat. Apalagi di wilayah Purwakarta, Jombang, Grogol bahkan Gerem saja, jangankan mobil besar atau trailer, mobil pemadam kebakaran pun sulit masuk. Maka perlu akses yang memadai,” ujar Walikota Cilegon, Robinsar, dalam keterangan resmi belum lama ini.

Untuk merealisasikan proyek ini, Pemkot Cilegon berencana mengajukan pinjaman hingga Rp300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Rencana pinjaman disusun dalam tiga skema yaitu pinjaman Rp175 miliar dengan pengembalian Rp201,6 miliar, Rp200 miliar dengan pengembalian Rp229,9 miliar, dan Rp300 miliar dengan pengembalian Rp344,6 miliar. Bunga pinjaman dipatok 5,7 persen.

Tuai Pro dan Kontra

Meski demikian, rencana itu tidak sepenuhnya mulus. Sejumlah pihak menilai proyek JLU berpotensi terbentur regulasi lantaran tidak tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Persoalan itu menjadi bola panas yang memicu perdebatan.

HPN Dinkes Prokopim

Sebagian kalangan mendukung penuh dengan dalih JLU akan membuka akses ekonomi baru, mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Namun, ada pula yang mempertanyakan urgensi serta risiko finansial yang bakal ditanggung daerah.

Salah satu dukungan datang dari tokoh masyarakat Grogol, Marhani. Ia menilai JLU akan membawa manfaat nyata.

“Kami sudah lama menunggu pembangunan ini. Kalau jalan lingkar selesai, warga bisa lebih mudah beraktivitas, pedagang pun tidak terhambat dalam distribusi barang,” ujarnya

Sementara itu, mewakili warganya, Camat Grogol, Jajat Sudrajat, turut memberikan pandangan terkait rencana tersebut.

“Jalan Lingkar Utara nantinya menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan aktivitas industri. Dampaknya tentu akan terasa pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya di Cilegon.

Menurutnya, keberadaan jalan alternatif ini akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama, terutama saat jam sibuk.

Kawasan Grogol sebagai lintasan proyek diyakini akan memperoleh nilai tambah, baik dari sisi pembangunan maupun peluang usaha masyarakat.

“Sebagai camat, saya siap mendukung penuh, baik dari sisi koordinasi dengan warga maupun menjaga kondusivitas wilayah. Kita berharap proyek ini rampung sesuai target,” katanya menegaskan.

Harapan yang Menggema

Terlepas dari dinamika yang ada, para pemangku wilayah menaruh harapan agar JLU tidak sekadar memperlancar arus transportasi, melainkan juga menjadi pemicu transformasi Cilegon menuju kota industri modern dengan infrastruktur lebih memadai.

Optimisme itu kian nyaring. Banyak kalangan menilai, jika JLU terbangun, kawasan Purwakarta, Jombang, Grogol, hingga Gerem akan tampil dengan wajah baru.

Jalan penghubung representatif dipercaya mampu menumbuhkan kawasan industri, memperlancar distribusi logistik, sekaligus memberi napas segar bagi investor.

Kini, proyek JLU memang masih sebatas rencana di atas kertas. Namun gema harapan sudah lebih dulu menggema di tengah masyarakat.

Mereka membayangkan, bila jalan lingkar itu benar-benar terwujud, antrean panjang di Simpang Tiga Gerem perlahan tinggal kenangan. (*/Nandi)

HUT Fakta PT PCM
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien