Wisata Anyer

Mudik 2026: Di Balik Senyapnya Dermaga Pelabuhan Merak, Ada Antrean Kapal yang Menanti Giliran

PDIP Lebak Idul Fitri

 

CILEGON – Aktivitas penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni pada arus mudik Idul Fitri 2026 terpantau berjalan relatif lancar di jalur darat maupun di area pelabuhan tanpa antrean kendaraan yang berarti.

Namun di sisi lain, kondisi berbeda justru terjadi di perairan sekitar Pelabuhan.

Sejumlah kapal penyeberangan harus menunggu cukup lama sebelum dapat sandar di dermaga.

Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kapal yang dioperasikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada periode mudik Lebaran tahun ini.

Kapten Kapal Royce 1, Amir Ansori, mengatakan penambahan kapal membuat pengaturan sandar di dermaga menjadi lebih padat dibanding hari biasa.

Menurutnya, satu dermaga yang biasanya digunakan oleh empat kapal pada kondisi normal, saat momen Lebaran harus menampung hingga lima kapal secara bergantian.

“Jadi satu dermaga yang biasanya dipakai empat kapal, karena momen Lebaran itu dipakai lima kapal,” ujarnya, Selasa, (24/3/2026).

Kondisi tersebut membuat kapal yang tiba di perairan pelabuhan harus mengantre terlebih dahulu sebelum mendapatkan giliran untuk merapat ke dermaga.

“Begitu sampai di pelabuhan, kapal yang di belakangnya pasti menunggu. Menunggunya bisa lama atau sebentar, tapi kalau momen Lebaran biasanya lama,” jelas Amir.

Ia menjelaskan, skema tersebut sebenarnya diterapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di darat, khususnya di kawasan pelabuhan dan jalur menuju Merak.

BPKPAD – KT Cilegon Idul Fitri

“Tujuannya memang untuk mengurangi kepadatan di darat supaya tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Menurut Amir, penumpukan kendaraan di dalam kapal dinilai lebih aman dibandingkan jika antrean kendaraan terjadi di jalan menuju pelabuhan.

“Ditampung dulu di kapal supaya di darat tidak macet. Di laut meskipun menunggu tidak terlalu mengganggu karena ruangnya luas,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi menunggu di laut terkadang membuat penumpang bertanya-tanya karena kapal belum juga merapat ke dermaga.

“Penumpang kadang bingung kenapa tidak sandar-sandar. Padahal kapal hanya mengikuti pengaturan yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Ia menegaskan, lamanya waktu tunggu kapal di perairan bukan merupakan keputusan awak kapal, melainkan mengikuti pengaturan dari otoritas pelabuhan.

“Kapal menunggu lama itu bukan keinginan dari kapal. Semua sudah diatur oleh pihak pelabuhan, kapal tinggal mengikuti,” katanya.

Amir berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut, terutama saat periode arus mudik yang memang memiliki tingkat kepadatan lebih tinggi dari hari biasa.

“Harapannya masyarakat bisa diberi edukasi bahwa kalau kapal menunggu lama itu karena antrean sandar, bukan karena kapal sengaja menunda,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait pengaturan sandar kapal, pihak ASDP Merak menyebut kewenangan tersebut berada di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Perlu dipahami, yang mengatur waktu sandar itu adalah BPTD. ASDP lebih pada operator pelabuhan,” ujar Dheo Humas ASDP Merak.***

PT PCM – Sankyu Idul Fitri
Kapolres Cilegon Idul Fitri
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien