Musrenbang Kelurahan Kota Sari Selaras Visi Walikota Cilegon, Fokus Banjir dan Program Prioritas

 

CILEGON – Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol, memastikan seluruh tahapan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan dilaksanakan selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar.

Fokus utama Musrenbang diarahkan pada program prioritas, meliputi penanganan banjir, pengelolaan sampah, penerangan jalan lingkungan (PJL Caang), perbaikan jalan, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

Lurah Kota Sari, Aliyah, menegaskan bahwa sejak tahapan pra-musrenbang di tingkat RT dan RW, pihak kelurahan telah menyampaikan secara jelas arah kebijakan pembangunan Kota Cilegon kepada masyarakat.

“Musrenbang Kelurahan Kota Sari sudah kami laksanakan sesuai arahan pimpinan. Sejak pra-musrenbang di RT dan RW, kami sampaikan bahwa Pemerintah Kota Cilegon fokus pada program prioritas seperti penanganan banjir, sampah, PJL Caang, dan perbaikan jalan,” ujar Aliyah kepada Fakta Banten, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, seluruh usulan masyarakat yang disampaikan melalui perwakilan RT dan RW telah diselaraskan dengan prioritas tersebut.

Dengan demikian, Musrenbang Kelurahan Kota Sari tahun ini berjalan searah dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, usulan-usulan masyarakat sudah sesuai dengan program prioritas. Intinya, Musrenbang Kelurahan Kota Sari tahun ini menitikberatkan pada penanganan banjir, mengingat sebelumnya Kota Sari dikenal sebagai wilayah rawan banjir,” jelasnya.

Aliyah juga mengungkapkan bahwa upaya penanganan banjir yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil positif.

“Alhamdulillah, dua tahun terakhir, yakni 2025 hingga 2026, Kota Sari relatif aman dan terkendali, tidak lagi terdampak banjir seperti tahun 2024. Ini berkat kerja sama warga, RT, RW, dan kelurahan, termasuk normalisasi kali,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya Kelurahan Kota Sari telah merealisasikan sejumlah pembangunan infrastruktur, seperti drainase, paving block, tembok penahan tanah (TPT), rutilahu, jambanisasi, PJL Caang, serta gapura.

Namun, untuk Musrenbang Kelurahan tahun 2027, pembangunan difokuskan sepenuhnya pada program prioritas.

“Kalau tahun kemarin masih ada pembangunan drainase, paving block, TPT, dan gapura. Tahun ini tidak ada lagi pembangunan gapura, kami fokus pada program prioritas sesuai arahan pimpinan, yaitu penanganan banjir, sampah, PJL Caang, perbaikan jalan, dan rutilahu,” tambahnya.

Terkait rutilahu, Aliyah menyebutkan bahwa kondisi rumah warga di Kelurahan Kota Sari saat ini relatif sudah layak huni.

“Tahun kemarin ada dua unit rutilahu. Untuk Kota Sari, sekitar 90 persen rumah warga sudah layak huni sesuai kriteria,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Grogol, Jajat Sudrajat, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa seluruh kelurahan di Kecamatan Grogol melaksanakan Musrenbang Kelurahan sesuai arahan Wali Kota Cilegon, Robinsar, dengan fokus utama pada penanganan banjir.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat sesuai arahan pimpinan, Pak Walikota Cilegon Robinsar, bahwa yang menjadi prioritas utama adalah penanganan banjir,” kata Jajat.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian Musrenbang Kelurahan di Kecamatan Grogol telah dimulai sejak awal pekan.

“Alhamdulillah, Kecamatan Grogol sudah melaksanakan Musrenbang Kelurahan mulai hari Senin dari Kelurahan Grogol, hari ini Kelurahan Kota Sari, dan tinggal dua kelurahan lagi, yakni Rawa Arum dan Gerem,” jelasnya.

Jajat berharap ke depan Kecamatan Grogol dapat terbebas dari banjir secara permanen.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga lingkungan serta hasil pembangunan yang telah direalisasikan.

“Saya mengimbau masyarakat Grogol untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga pembangunan yang sudah ada, baik TPT, PJL Caang, rutilahu, maupun infrastruktur lainnya,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien