Pabrik Kimia PT Lotte Chemical Masih Terus Lepaskan Gas Flaring, Kepala Dinas LH Cilegon: Hanya Sesaat Saja
CILEGON – Pabrik kimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) masih terus menghasilkan gas flare yang menambah beban baru bagi polusi udara di Kota Cilegon.
Sejak awal mulai beroperasi Tahun 2025 ini, cerobong pabrik PT Lotte Chemical masih sering kali menghasilkan flaring yang melepaskan asap hitam pekat ke atmosfer, bahkan hingga Jum’at hari ini (15/8/2025).
Pembakaran gas sisa produksi atau Flare Gas pabrik ini tentu memantik kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak dari pencemaran udara, termasuk risiko terhadap kesehatan.
Jika teknologi industri ini terus-menerus menghasilkan polusi, lalu apakah Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya akan memberikan permakluman?.
Aktivitas Flare Gas ini dipastikan menghasilkan emisi gas buang yang sangat mencemari udara, dan jika sering terjadi dan bisa saja dalam jangka waktu dekat akan membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar pabrik.
Namun Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, dengan santai memastikan aktivitas flaring PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang terlihat beberapa hari terakhir hanya berlangsung sesaat.
Menurut Sabri, pihak perusahaan telah memberikan penjelasan resmi kepada DLH bahwa kejadian tersebut dipicu oleh trip singkat dalam proses operasional.
“Pihak PT Lotte sudah menginformasikan kepada DLH bahwa mereka mengalami trip sesaat. Namun kondisi kini telah kembali normal, dan keterangan yang kami terima menyebutkan mereka sudah mulai berproduksi kembali,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Bagaimana regulasinya?
Sabri menambahkan, pihak perusahaan disebut sudah menyampaikan laporan resmi terkait kejadian itu.
“(Suratnya-Red) Informasinya, surat secara resmi akan dikirim,” kata Sabri.
Sabri menegaskan, aktivitas flaring kali ini tidak seperti sebelumnya yang berlangsung hingga berminggu-minggu.
“Flaring Lotte hanya sesaat saja. Produksi sudah kembali berjalan, dan pengawasan tetap dilakukan,” tuturnya.
Sementara itu, dikutip dari website Kementerian LHK RI, https://menlhk.go.id dari tulisan presentasi PT LAKSEL Teknologi Indonesia (LITE) tentang Perubahan Iklim, secara gamblang mengkampanyekan ‘Stop Global Warming, Menuju Indonesia Bebas Flare Gas Tahun 2050’.
Dalam tulisannya, dinyatakan bahwa Flare Gas (gas suar bakar) saat ini merupakan limbah yang merusak atmosfir dan penyebab kerusakan lingkungan yang berat.
Flare Gas juga menjadi salah satu pemicu terbesar naiknya temperatur bumi, akibat gas rumah kaca yang dihasilkan.
Pemerintah Indonesia sendiri diketahui menjadi salah satu negara yang mendukung inisiatif Zero Routine Flaring by 2030. (*/Nandi)

