CILEGON – Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang serba cepat, Paguyuban PCI Raya (PPR) hadir sebagai wadah bagi warga di sejumlah perumahan di Cilegon untuk bersatu dan berkontribusi bagi lingkungan mereka.
Organisasi ini secara resmi didirikan pada 8 September 2024 dan menjadi ruang kolaborasi bagi warga Perumahan Pondok Cilegon Indah, Perumnas Cibeber, Grand Cilegon, dan Praja Mandiri, dengan jumlah anggota yang kini mencapai 135 orang.
Paguyuban ini berperan penting dalam menyatukan berbagai latar belakang warga—mulai dari masyarakat umum, tokoh masyarakat, ketua RT, hingga ketua RW—untuk bersama-sama menjalankan program-program sosial yang bermanfaat.
Dengan semangat gotong royong yang kental, PPR menjadi jembatan antara warga dan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis.
Paguyuban PCI Raya tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpul atau bersosialisasi, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk bersinergi dalam menciptakan perubahan yang nyata.
Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan untuk menerima siapa saja yang ingin membantu, PPR telah membuktikan bahwa kontribusi setiap individu, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan, PPR berharap dapat terus menjadi motor penggerak bagi warga untuk peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan bersama. Paguyuban ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi komunitas-komunitas lain di Cilegon dan sekitarnya dalam menggalang kebersamaan dan kolaborasi warga untuk tujuan yang lebih baik.
Muhammad Halimi, Ketua Paguyuban PCI Raya, menegaskan bahwa PPR terbuka untuk semua kalangan yang ingin berkontribusi. Halimi bersama Sekretaris Rizal, menggarisbawahi bahwa PPR memberikan kesempatan bagi siapa saja, tanpa memandang jabatan atau status sosial, untuk berkiprah di dalamnya.
“PPR ini adalah Paguyuban PCI Raya yang memberikan kesempatan kepada semua elemen masyarakat untuk berkiprah bersama, dengan berbagai macam latar belakang. Ada masyarakat biasa, tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW, dan semua orang dari berbagai lapisan. Di sini, setiap orang bebas berkontribusi sesuai dengan niatan masing-masing,” ungkap Halimi saat diwawancarai.
Sejak awal berdiri, Paguyuban PCI Raya sudah menunjukkan kiprah nyatanya dalam menghadapi persoalan yang ada di lingkungan perumahan.

Salah satu masalah besar yang dihadapi warga Perumahan Pondok Cilegon Indah adalah banjir, terutama di Blok E.
Banjir sering kali terjadi akibat tersumbatnya gorong-gorong oleh sedimentasi. Melihat kondisi ini, PPR segera turun tangan dengan menggalang warga setempat untuk bergotong royong memperbaiki saluran air.
“Alhamdulillah, setelah gotong royong dilakukan dan perbaikan gorong-gorong selesai, sudah tiga kali hujan deras dan Blok E tidak lagi mengalami banjir. Ini adalah hasil kerja keras bersama, bukti bahwa ketika warga bersatu, masalah bisa diatasi,” kata Halimi dengan penuh syukur.
Tak hanya persoalan banjir yang menjadi perhatian PPR. Warga perumahan yang tergabung dalam paguyuban ini juga berinisiatif untuk memperbaiki tampilan dan fasilitas umum di lingkungan mereka.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembenahan median jalan di Blok D, yang selama ini kondisinya kumuh dan tak terawat. Atas dasar usulan dari beberapa anggota PPR yang tinggal di Blok D, paguyuban tersebut segera menggalang gotong royong untuk memperindah area tersebut.
“Kami mendengar usulan dari anggota yang ada di Blok D, dan melihat pentingnya hal itu, PPR segera mengambil langkah untuk memperbaiki dan memperindah median jalan. Kami berharap, dengan pembenahan ini, lingkungan Blok D akan terlihat lebih rapi dan nyaman untuk dilalui,” ujar Halimi.
PPR tidak hanya berhenti pada kegiatan yang sudah dilakukan. Ke depan, Halimi menyebutkan masih banyak program yang akan terus dijalankan oleh PPR.
Dengan semangat yang sama, paguyuban ini berencana untuk memperluas perannya mengatasi berbagai permasalahan sosial dan lingkungan yang mungkin timbul di kemudian hari.
“Kami pasti akan melakukan lebih banyak lagi. Setiap kegiatan akan dilakukan sesuai dengan waktunya, berdasarkan kebutuhan warga dan potensi yang ada di lapangan. PPR ini adalah paguyuban yang selalu berkembang, menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi,” ungkap Halimi penuh optimisme.
Salah satu agenda penting yang kini tengah dipersiapkan oleh PPR adalah upaya untuk melegalkan paguyuban ini. Untuk hal ini proses sedang berjalan
“Selain itu, kami juga ingin terus mendengar masukan dari anggota, sehingga PPR bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan dan dan dinamika yang ada” tambah Halimi. (*/Ika)
