Paguyuban Silat Sakti Sukses Rayakan Satu Warsa dengan Puncak Kegiatan Spektakuler

 

CILEGON – Paguyuban Silat Sadulur Kanthi Tujuan Siji (Sakti) sukses menggelar kegiatan puncak perayaan satu warsa yang berlangsung sejak 1 Februari hingga 23 Februari 2025.

Acara ini menjadi momen penting bagi paguyuban dalam memperkuat eksistensinya di dunia pencak silat sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda melalui berbagai kegiatan seni dan keterampilan.

Dalam puncak acara, berbagai pertunjukan seni seperti tari daerah, tari kreasi, serta penampilan pencak silat dari binaan Paguyuban Silat Sakti turut memeriahkan suasana.

Selain itu, para peserta Training Woodworking yang telah mengikuti pelatihan pada 1, 16, dan 19 Februari 2025 juga mendapatkan sertifikat penghargaan dan kaos sebagai bentuk apresiasi.

Ketua Umum Paguyuban Silat Sakti, Ahmad Supyandi atau yang akrab disapa Usup, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pesilat, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata paguyuban dalam mendukung keterampilan dan kemandirian ekonomi para anggotanya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga bisa menjadi jalan bagi para pemuda untuk lebih mandiri secara ekonomi. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan untuk masa depan,” ujar Usup kepada Fakta Banten pada Selasa (25/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa setelah kegiatan ini, paguyuban akan melakukan aksi nyata dalam mendukung pendidikan di pondok pesantren.

“Setelah acara ini selesai, kami akan memulai proyek pembuatan 500 kursi dan 500 meja. Ini bukan hanya sebagai bentuk latihan keterampilan bagi anggota kami, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kami kepada pondok pesantren yang membutuhkan dan akan kita distribusikan secara gratis,” lanjutnya.

Selain itu, acara ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Tuti Alawiyah, memberikan apresiasi terhadap inisiatif paguyuban yang telah memberikan wadah bagi anak muda untuk berkembang.

“Kami dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, jujur saja belum bisa mengupayakan lebih banyak dalam hal ini. Tapi kami melihat apa yang dilakukan Paguyuban Silat Sakti sangat luar biasa,” kata Tuti.

Ia berharap ke depannya ada lebih banyak dukungan agar kegiatan ini bisa terus berjalan dan berkembang lebih besar.

“Kami sangat berharap Paguyuban Silat Sakti bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk CSR, agar kegiatan ini semakin meriah dan bermanfaat bagi lebih banyak orang. Saya melihat, baru satu tahun berjalan saja ini sudah luar biasa. Banyak anak-anak yang ditampilkan sebagai pejuang seni dan silat. Ini harus terus dipertahankan,” tambahnya.

Tuti juga menekankan pentingnya menjaga pencak silat sebagai bagian dari identitas Kota Cilegon.

“Pencak silat adalah ikon Kota Cilegon. Jangan sampai seni bela diri yang menjadi kebanggaan kita ini perlahan hilang. Kegiatan seperti ini harus terus ada agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai pencak silat,” tegasnya. (*/Hery)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien