Iklan Banner

Panen Jagung Pulut Perdana, Gapoktan Kelapa Baris Pulomerak Raup Jutaan Rupiah

Saiful Basri HPN

CILEGON – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelapa Baris, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon panen jagung pulut perdana hasilnya sangat fantastis dari 7.000 batang pohon yang ditanam poktan tersebut meraup keuntungan Belasan Juta Rupiah.

“Ya, Kang dalam panen perdana ini. Alhamdulillah, Kami mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” ujar Hadi, Ketua Gapoktan Kelapa Baris kepada Fakta Banten, Kamis (28/1/2021).

Hadi menjelaskan, awal kepincut budidaya jagung pulut ini berawal dari ia melihat di media sosial tata cara menanam jagung varitas pulut dan berbekal dari itu ia berkonsultasi dengan DKPP Kota Cilegon, secara kebetulan gayungpun bersambut hingga pihak DKPP memberikan bibit jagung pulut.

“Awalnya cuma iseng melihat di media sosial soal tata cara budidaya jagung pulut, selanjutnya saya ngobrol dengan Dinas Pertanian. Dinas memberikan respon dan diberikan bibit dan diberikan penyuluhun hingga akhirnya saya berembuk dengan anggota lain dengan membuka lahan seluas 2.500 M² dan kamipun memulai budidaya jagung,” katanya.

Dari lahan seluas 2.500 M² itu lanjutnya kami bisa menanam sebanyak 7.000 batang jagung. Dengan waktu yang cukup singkat yakni cuma 65 hari kami bisa langsung memanen.

“Dari membuka lahan, sampai dengan menanam cuma membutuhkan waktu 65 hari kami langsung bisa memanen dan hasilnya akang bisa melihatnya, buahnya cukup besar dan kegagalan panen cuma 1 persen,” katanya.

Ketika disinggung soal kendala, Hadi mengaku kendalanya cuma pupuk. Beruntung kata dia pupuk juga di bantu oleh Dinas sehingga kelangkaan pupuk kata petani lain bisa ditanggulangi oleh DKPP.

Oong Ade HUT Gerindra

“Kendalanya cuma pupuk Kang, tapi untuk saat ini pupuk juga diberikan, sehingga kami tidak pusing-pusing mencari,” katanya.

Ketika disinggung kembali soal pemasaran ia mengaku pemasaran untuk jagung pulut ini sudah punya pasar sendiri dan sudah banyak yang pesan.

“Untuk pemasaran kami tidak khawatir, tanaman berumur 45 hari saja sudah banyak yang memesan, belum lagi para pecinta jagung pulut yang sudah banyak yang order. Makanya niat kami bulat untuk memgembangkan lagi jagung ini hingga menjadi tanaman ciri khas Kota Cilegon,” tukasnya.

Sementara itu Penyuluh Pertanian dari DKPP Kota Cilegon, Ahmad Sarbini mengaku program ini adalah program pemerintah Kota Cilegon dimana setiap Gapoktan binaan dari DKPP harus mencoba dan menanam jagung pulut.

“Gapoktan Kelapa Baris ini binaan dari DKPP dari awal membuka lahan, menanam kami selalu mendampingi dan hasilnya Akang bisa lihat sendiri, melimpah kan,” ucap Sarbini.

Selanjutnya ungkap Sarbini setelah panen raya ini pihak Gapoktan Kelapa Baris tidak diberikan bantuan lagi. Untuk panen yang kedua nanti mereka bisa memilah jagung pulut untuk dijadikan bibit dan untuk pupuk mereka bisa membelinya dengan harga terjangkau dari pemerintah melalui DKPP.

“Apa yang menjadi kendala seperti pupuk yang susah dicari, pihak Gapoktan tidak perlu khawatir karena Dinas akan membantu mereka dengan memberikan kartu tani, mereka bisa membeli pupuk murah dengan menunjukan kartu itu di tempat pembelian pupuk mereka langsung mendapatkan dengan harga terjangkau,” tutupnya. (*/Red)

Ade Hasbi HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien