Pasca Mencuat di Media, Camat Ciwandan Beri Teguran kepada Pengelola Warem dan Ancam Tindak Tegas

CILEGON – Sejumlah warung remang-remang (warem) yang beroperasi di sepanjang Jalan Raya Ciwandan, tepatnya di samping bangunan Pabrik Gula Sentra Usahatama Jaya (SUJ), menuai sorotan setelah videonya tayang di akun media sosial Fakta Banten.

Aktivitas di lokasi itu tampak tetap semarak meski malam telah larut, bahkan hingga dinihari menjelang pagi.

Pasca pemberitaan tersebut, Camat Ciwandan Agus Ariyadi mengaku pihaknya langsung turun ke lokasi untuk memberikan teguran.

“Semalam sudah langsung kami pantau bersama Kasi Trantib Kecamatan Ciwandan dan pihak Kelurahan Tegal Ratu,” ujar Camat melalui pesan singkat, Rabu (16/7/2025).

Pengelola warem sudah diperingatkan untuk menghentikan aktivitas yang meresahkan masyarakat.

Bila peringatan tidak diindahkan, tindakan lebih lanjut akan dilimpahkan kepada Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah.

“Kalau tetap membandel, tentu kami akan tindak bersama Satpol PP,” tegas Camat.

Agus juga mengklarifikasi soal jarak lokasi warem yang dekat dengan kantor kecamatan.

“Jaraknya lebih dari 1 kilometer, sekitar dua kilometer dari kantor kecamatan. Yang paling dekat memang dengan Koramil, sekitar 100 meter. Tapi mohon jangan ada narasi yang seolah-olah aparat bermain dalam hal ini. Naudzubillah,” jelasnya.

Soal bagaimana status bangunan warem semi permanen itu bisa menempati lahan tersebut, Camat Ciwandan membenarkan bahwa lokasi itu adalah milik perusahaan.

“Itu tanah milik perusahaan, idealnya memang pemilik lahan yang mengusir mereka,” tegasnya.

Agus juga mengusulkan agar lokasi tersebut dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau guna memperindah kawasan kota.

“Itu lebih memberi nilai positif untuk wajah Kota Cilegon,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan pada Selasa malam (15/7/2025), menunjukkan sejumlah wanita malam berpenampilan mencolok tampak duduk santai di luar warung, menyapa para pengendara yang melintas.

Diperkirakan terdapat tiga unit warem di lokasi tersebut, masing-masing dihuni lebih dari satu perempuan yang disebut-sebut sebagai pelayan.

Namun demikian, aktivitas para perempuan itu memunculkan dugaan adanya kegiatan lain di luar sekadar menyajikan kopi dan makanan ringan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain menjajakan minuman dan kudapan, beberapa warem tersebut juga diduga menyuguhkan minuman keras kepada para pengunjung.

Ironisnya, keberadaan warem tersebut sangat dekat dengan kantor aparat pemerintahan setempat.

Jika menghitung jarak, ternyata warem itu hanya sekitar 1 kilometer dari Kantor Kecamatan Ciwandan.

Bahkan yang paling dekat, berjarak 200 meter dari Markas Koramil 2307 Ciwandan, dan 1 kilometer dari Polsek Kawasan Pelabuhan Banten.

Hal ini memicu keresahan warga yang mempertanyakan pengawasan aparat terhadap aktivitas di lokasi yang cukup dekat dengan institusi pemerintahan dan keamanan itu. (*/Nandi)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien