Pasokan Hewan Kurban Langka, Villa Ternak Cikeray Tak Naikkan Harga
CILEGON – Menjelang Iduladha 2025, keterbatasan pasokan hewan kurban akibat menurunnya populasi ternak dan tingginya permintaan pasar menyebabkan lonjakan harga dari daerah asal seperti Lampung dan Sumatera.
Meski demikian, Villa Ternak Cikeray di Kota Cilegon memilih tidak menaikkan harga jual ke konsumen.
Pemilik Villa Ternak Cikeray, Iwan Setiawan, mengatakan keterbatasan stok terjadi karena dampak wabah ternak dalam dua tahun terakhir.
Akibatnya, banyak pedagang menghindari pengadaan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan berfokus pada satu wilayah sumber.
“Ngaruh yah semenjak populasinya makin berkurang semenjak wabah 2 tahun berturut-turut. Saat ini semua mencari hewan kurban dari Sumatera, dari Lampung, jadi pada menghindari pengadaan sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya, Rabu (14/5/2025).
“Sehingga semua pedagang menyerbu di satu sumber, jadilah kenaikan di harga 2 kali,” katanya.
Meski harga beli naik 5–10 persen, Iwan memilih melakukan efisiensi di kandang ketimbang menaikkan harga jual. Ia menegaskan kualitas dan kepercayaan konsumen tetap dijaga.
“Kita tetap menjaga kepercayaan dan kualitas, jadi menjaga konsumennya kita melakukan efisiensi di kandang kita, dengan efisiensi operasional tapi tetap tidak mengurangi kualitas,” imbuhnya.
Villa Ternak menyediakan sapi lokal, sapi Madura, dan sapi Lampung. Menurut Iwan, sapi Madura memiliki keunggulan pada persentase karkas yang lebih besar.
“Kalau sapi Madura itu kelebihannya dia punya karkasnya lebih besar, jadi persentase daging yang dihasilkan itu lebih besar daripada sapi lokal,” jelasnya.
Untuk menjamin kesehatan hewan, Villa Ternak menerapkan vaksinasi, karantina, dan pemeriksaan berkala oleh dokter hewan pribadi.
Pasar utama Villa Ternak adalah DKM (50%), perorangan (30%), dan dunia usaha (20%), dengan pengiriman juga ke wilayah Jabodetabek.
Harga sapi yang ditawarkan mulai dari Rp16 juta hingga Rp70 jutaan untuk bobot 900 kg, sementara domba dibanderol mulai Rp2 juta hingga Rp7 juta.
“Kuncinya kita ingin memudahkan dan memberikan yang terbaik bagi yang ingin berkurban,” pungkasnya.(*/ARAS)
