Pemkot Cilegon Koordinasi dengan PT KAI Bahas Penanggulangan Banjir Terkait Aset Perkeretaapian

 

JAKARTA — Pemerintah Kota Cilegon melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir Kota Cilegon menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir dengan melakukan koordinasi langsung ke Kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Rombongan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, bersama para pemangku kepentingan terkait, diterima langsung oleh Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait penanganan banjir di Kota Cilegon, khususnya yang bersinggungan dengan aset PT KAI.

Dalam pertemuan tersebut, Aziz menyampaikan kondisi terkini yang terjadi di Kota Cilegon, termasuk perlunya peningkatan kapasitas dan dimensi gorong-gorong yang berada di sepanjang jalur rel kereta api.

“Kami menyampaikan terkait peningkatan kapasitas dimensi gorong-gorong yang berada di rel kereta api. Kurang lebih terdapat 13 titik, dan satu titik berada pada jalur rel yang saat ini sudah tidak aktif,” ujar Aziz.

Selain itu, Aziz juga memohon izin kepada PT KAI terkait penggunaan perlintasan rel untuk operasional alat berat yang akan digunakan dalam kegiatan normalisasi banjir, khususnya di wilayah Merak.

“Kami juga memohon izin perlintasan bagi alat berat yang akan beroperasi dalam rangka normalisasi banjir di area Merak,” ungkapnya.

“Agenda lain yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penertiban bangunan liar yang berdiri di atas atau di sekitar aset milik PT KAI, yang dinilai berpotensi memperparah kondisi banjir.” tambah Aziz.

Sementara itu, Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam menangani banjir. “Kami mendukung seluruh program Pemerintah Kota Cilegon. Secepatnya kita tanggulangi banjir yang terjadi, terutama terkait gorong-gorong yang berada di area rel kereta api,” ungkap Deddy.

Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa pada hari Senin mendatang akan dilaksanakan survei lapangan bersama antara Pemkot Cilegon, PT KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), serta stakeholder terkait lainnya guna melihat langsung kondisi di lapangan dan merumuskan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien