Penyesuaian TPP ASN Cilegon Tunggu Keputusan Rapat Gabungan DPRD
CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih membahas skema pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Besaran pemotongan tersebut belum ditetapkan karena masih menunggu pembahasan bersama DPRD dalam rapat gabungan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan draf kebijakan berdasarkan kajian tim serta hasil konsultasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.
“Iya, nanti pembahasan terakhir di rapat gabungan dengan DPRD. Kami hanya bisa menyampaikan draf yang sudah dikaji oleh tim dan hasil konsultasi dengan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Nanti kita bahas bersama di DPRD,” kata Aziz, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, skema pemotongan TPP akan mempertimbangkan asas keadilan dan proporsionalitas, termasuk risiko pekerjaan serta kelas jabatan masing-masing ASN.
“Harus didasari asas keadilan dan proporsional. Yang berisiko pasti harus lebih tinggi daripada yang tidak berisiko. Dari kelas jabatan juga harus menyesuaikan,” ujarnya.
Aziz menambahkan, penyesuaian TPP juga mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, termasuk berkurangnya transfer anggaran.
Kebijakan tersebut turut mengacu pada arahan pemerintah pusat terkait penyesuaian proporsi belanja pegawai, meskipun Kota Cilegon belum sepenuhnya memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya agar kebijakan tersebut tidak terlalu membebani pegawai.
“Prinsipnya, kami dari unsur pimpinan tetap ingin memperhatikan seluruh pegawai agar proporsional dalam menerima TPP-nya. Karena TPP menyesuaikan dengan kemampuan anggaran di daerah masing-masing,” katanya.
Aziz berharap penyesuaian tersebut tidak mengganggu kinerja dan semangat kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon.
Ia juga menilai pendapatan pegawai di Cilegon masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain.
“Kami berharap kinerja dan semangat kerja di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon tetap dipertahankan dan berjalan seperti biasa,” ujarnya.***

